KONTEKS.CO.ID – Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan kekayaan negara.
Program ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, salah satunya Ferry Irwandi, seorang analis kebijakan publik dan pendiri Malaka Project. Ia menilai bahwa Danantara berpotensi menjadi game changer dalam pengelolaan investasi nasional.
Dalam beberapa kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Danantara akan mengelola dana sebesar Rp358 triliun, yang sebagian besar berasal dari penghematan anggaran dan keuntungan BUMN.
Baca Juga: Kejagung Tahan 7 Tersangka Korupsi Tata Kelola Minyak, Termasuk Dirut Pertamina Patra Niaga
Dana ini akan diinvestasikan dalam berbagai proyek strategis demi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Perubahan Skema Dividen BUMN
Ferry Irwandi menjelaskan bahwa Danantara akan mengubah mekanisme penggunaan dividen dari BUMN. Sebelumnya, dividen yang diperoleh BUMN langsung disetorkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk digunakan sebagai belanja negara.
Namun, dengan hadirnya Danantara, sebagian besar dividen tidak lagi masuk ke APBN secara langsung, melainkan dialokasikan untuk investasi.
Baca Juga: Penting Bagi Pebulu Tangkis Pemula, Panduan Cara Memilih Kok yang Sesuai Kebutuhan
“Dulu BUMN kalau dapat dividen, sebagian masuk ke APBN dan langsung digunakan untuk belanja negara. Sekarang, dividen itu dikelola oleh Danantara untuk investasi sehingga hasilnya bisa lebih optimal,” jelas Ferry dalam unggahannya di akun X (@irwndfrry) Rabu 19 Februari 2025.
Potensi dan Tantangan Danantara
Menurut Ferry, model investasi ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai aset negara dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, mirip dengan skema yang diterapkan oleh Temasek Holdings di Singapura atau Norwegian Sovereign Wealth Fund di Norwegia.
Namun, ia juga mengingatkan adanya tantangan besar, terutama dalam tata kelola dan transparansi. “Pemerintah harus memastikan bahwa Danantara dikelola dengan prinsip good governance agar tidak terjadi penyalahgunaan dana. Selain itu, strategi investasi yang diterapkan harus benar-benar menghasilkan keuntungan bagi negara,” ujarnya.
Baca Juga: Polisi Tahan Kades Kohod Terkait Pemalsuan Dokumen SHGB-SHM Pagar Laut Tangerang
Pemerintah Optimistis dengan Danantara
Di sisi lain, pemerintah optimistis bahwa Danantara akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan bahwa pengelolaan Danantara akan mengacu pada standar internasional dalam investasi negara.
“Kami menargetkan Danantara bisa menarik lebih banyak investasi asing, meningkatkan efisiensi BUMN, dan mengoptimalkan aset negara untuk kepentingan jangka panjang,” kata Rosan dalam konferensi pers usai peluncuran Danantara di Istana Negara, Jakarta.
Artikel Terkait
Prabowo Sebut Hasil Efisiensi Anggaran Rp300 Triliun Jadi Kelolaan Awal Danantara
Danantara Siap Kelola Dana Asing dan Bangun Join Venture, Investasi Diyakini Makin Kuat
Rosan Pastikan Danantara Tak Kebal Hukum, Tetap Bisa Diaudit BPK
Akhir Maret, Seluruh BUMN Berada di Bawah Danantara!
Profil, Karier Mentereng, dan Harta Dony Oskaria, Paman Nagita Slavina yang Pimpin Holding Operasional Danantara