Rute Bali–Cairns sebenarnya baru dibuka setahun lalu dengan jadwal tiga kali seminggu. Kehadirannya sempat disambut baik pelaku pariwisata Queensland Utara karena menjadi pintu langsung ke destinasi favorit turis Australia.
Baca Juga: Teken MoU, Pelanggan AirAsia Dapat Keuntungan Ini dari Indosat IM3
Sementara itu, pengamat penerbangan Justin Wastnage menilai pembatalan mendadak ini mencerminkan model bisnis maskapai berbiaya rendah yang cepat memangkas rute bila dianggap kurang menguntungkan.
Ia juga menyoroti minimnya perlindungan konsumen di Australia, karena tidak ada skema kompensasi otomatis seperti di Eropa.
“Penumpang yang tidak memiliki asuransi perjalanan memadai bisa sangat dirugikan. Inilah risiko jika terbang dengan maskapai berbiaya rendah,” ujarnya.***
Artikel Terkait
Israel Evakuasi Pasangan yang Ditahan di Indonesia karena Seragam IDF dan Punya Villa di Bali
Gubernur Wayan Koster Tegas Tolak Kasino di Bali, Meski Ditawari Rp100 Triliun
Punya Garis Keturunan Dinasti Qing, tapi Pebulu Tangkis Cantik Australia Gronya Somerville Ngaku Jatuh Hati dengan Indonesia
Menlu Australia Kunjungan ke Jakarta dan Hanoi, Ini Misinya