Hal ini menambah panjang daftar kerugian negara akibat kasus BLBI.
Baca Juga: Sidang PK Silfester Matutina Hari Ini: Kejari Jaksel Siap Tangkap, Publik Menunggu!
Perjalanan Saham BCA Pasca 2002
Pada 2002, pemerintahan Presiden Megawati melepas 51 persen saham BCA ke publik.
Farallon, perusahaan investasi asal AS, memenangkan tender dengan harga Rp10 triliun.
Pada 2007, Grup Djarum mengambil alih 92,18 persen kepemilikan Farallon, sehingga mayoritas saham BCA kini berada di tangan swasta.
Kasus ini menunjukkan kompleksitas pengelolaan BLBI dan dampaknya terhadap kerugian negara.
DPR terus mendorong pengusutan ulang untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam kasus ini.***
Artikel Terkait
Dorongan Pemerintah Ambil Alih 51 Persen Saham BCA, Benarkah Ada Rekayasa Akuisisi oleh Djarum Group?
Membongkar Misteri Bailout BCA: Sesatkah Ide Ambil Alih 51 Persen Saham oleh Negara?
Sasmito Hadinagoro Desak Pemerintah Hentikan Subsidi Rekap BCA dan Usut Skandal BLBI
Didesak Usut Kasus BLBI-BCA, KPK Sempat Sidik Korupsi Keberatan Pajak BCA
Dicuekin KPK, Ekonom Senior Desak Prabowo Bongkar Skandal BLBI dan Penjualan Saham BCA