KONTEKS.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI.
Pelantikan berlangsung dalam upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdiklatpassu, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Minggu, 10 Agustus 2025.
Usai pelantikan, Tandyo menyampaikan bahwa Presiden berharap dirinya dapat membantu Panglima TNI dalam memperkuat institusi.
Baca Juga: Biadab! Jurnalis Al Jazeera Anas Al Sharif dan 4 Rekannya Gugur Dibom Israel
Ia juga mengungkapkan arahan khusus dari Prabowo: TNI harus selalu siap siaga kapan pun, terutama jika diperlukan untuk menggelar operasi militer.
“Sebagai prajurit, tugas apapun yang diberikan akan saya laksanakan sebaik-baiknya,” tegas Tandyo, menegaskan komitmennya menjalankan amanah barunya.
Karier Panjang di Dunia Militer
Sebelum menjabat Wakil Panglima TNI, Tandyo merupakan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakil KSAD).
Baca Juga: Apartemen Jakarta lesu, Pengembang Turun Harga Gila-Gilaan: Kini Diobral Rp200 Jutaan
Karier militernya dimulai saat ia lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1991.
Sebagai perwira muda, ia langsung ditempatkan di satuan elit dan dipercaya memegang jabatan strategis.
Pada 1995, Tandyo menjabat sebagai Komandan Tim Khusus Combat Intelligence (CI) Yonif Linud 330/Tri Dharma.
Kariernya terus menanjak ketika pada 2011 ia dipercaya memimpin Yonif Linud 330/Tri Dharma, lalu menjadi Danbrigif Linud 17/Kujang I pada 2011–2012.
Pengalaman lapangan yang kaya membuatnya ditempatkan di berbagai posisi, mulai dari Asops Kasdam VII/Wirabuana (2014), Danrindam IX/Udayana (2015), hingga Danmentar Akmil di tahun yang sama.
Artikel Terkait
Ini Arahan Presiden Prabowo ke Jenderal Tandyo Budi Revita Usai Dilantik Jadi Wakil Panglima TNI
Presiden Peru Dina Boluarte Tiba di Indonesia untuk Bertemu Prabowo
Rekening Diblokir PPATK, Ketua MUI Cholil Nafis: Bikin Gaduh dan Tidak Bijak!
Peran Wakil Panglima Krusial, Komisi I DPR Singgung Sengketa Laut China Selatan hingga Keamanan Siber
Prada Lucky Tewas Disiksa Senior, Komisi I DPR Desak TNI Prioritaskan Reformasi Internal