• Sabtu, 18 April 2026

Presiden RI Pernah Dibuat Marah Presiden AS, Kunjungan Soekarno Akhirnya Berakhir Seperti Ini

Photo Author
Firman Ramadhan, Konteks.co.id
- Senin, 28 Juli 2025 | 07:55 WIB
Presiden RI Pernah Dibuat Marah Presiden AS, Kunjungan Soekarno Berakhir Tanpa Hasil. (Gemini AI)
Presiden RI Pernah Dibuat Marah Presiden AS, Kunjungan Soekarno Berakhir Tanpa Hasil. (Gemini AI)

KONTEKS.CO.ID - Siapa sangka, di balik sejarah panjang hubungan diplomatik Indonesia-Amerika Serikat, pernah ada momen panas yang melibatkan dua pemimpin tertingginya.

Tepatnya 65 tahun silam, Presiden Soekarno pernah dibuat kecewa oleh sikap dingin Presiden AS ke-34, Dwight D. Eisenhower, dalam sebuah kunjungan kenegaraan yang seharusnya menjadi ajang mempererat hubungan kedua negara.

Kunjungan Tanpa Sambutan

Tahun 1960, Soekarno memenuhi undangan resmi dari Presiden AS untuk datang ke Gedung Putih.

Baca Juga: Jelang Final, Jens Raven Pimpin Daftar Top Skor Piala AFF U-23 2025

Semangat silaturahmi dan kerja sama membawanya terbang jauh ke Washington.

Namun, setibanya di bandara, tak ada tanda-tanda penyambutan dari Eisenhower. Bagi kepala negara sekelas Soekarno, perlakuan ini jelas tak lazim.

"Saya bukan tamu biasa yang datang tanpa undangan. Jika ini bentuk sambutan, lebih baik saya pulang saja," ucap Soekarno kepada staf protokol Gedung Putih, seperti ditulis dalam otobiografinya Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Baca Juga: 7 Kode Redeem FF Free Fire Edisi Senin 28 Juli 2025 Tersedia Gratis di Sini, Sedot Secepat Mungkin!

Namun bukan hanya itu. Setiba di Gedung Putih, ia kembali harus menunggu tanpa kejelasan.

Eisenhower tak kunjung muncul, membuat suasana makin dingin dan penuh ketegangan.

Ketika akhirnya Presiden AS muncul beberapa jam kemudian, pertemuan tetap berlangsung tanpa sapaan hangat, apalagi permintaan maaf.

Baca Juga: Sadis, Tukang Ojek Terbujur Kritis Dibacok Tiga Pemuda OTK di Kabupaten Deiyai

Ternyata Karena Satu Sosok Ini

Usut punya usut, sikap dingin Eisenhower tak lepas dari keberadaan salah satu tokoh dalam rombongan Soekarno: Ketua PKI D.N. Aidit.

Keberadaan tokoh komunis di jantung kekuasaan Amerika saat Perang Dingin rupanya dianggap "provokatif".

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X