KONTEKS.CO.ID - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan alat remotely operated vehicle (ROV) pada Jumat 11 Juli 2025.
Hal itu untuk mendeteksi dan memvisualisasikan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di dasar laut Selat Bali.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyanto, menjelaskan pada hari ke-10 pencarian KMP Tunu, KNKT akan mengoperasikan ROV tersebut.
ROV itu dibantu KN Masalembu dan Distrik Navigasi Kementerian Perhubungan.
Baca Juga: Tiga Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Ditemukan, Seorang WNA Malaysia, Ini Identitasnya
"Hari ini, Ketua KNKT Soejanto Tjahjono akan mengoperasikan ROV untuk mendeteksi obyek di titik referensi 8, berjarak 3,6 kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal," ujarnya dalam konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Eko menambahkan, ROV milik KNKT diharapkan mampu mengoptimalkan deteksi dan visualisasi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya.
Objek tersebut berada di kedalaman sekitar 50 meter di Selat Bali.
"Operasi SAR bawah laut hari ini difokuskan di sekitar lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya,” kata Eko.
Baca Juga: Nelayan Temukan Lagi Seorang Korban KMP Tunu Pratama Jaya Mengambang di Laut
“Sementara unsur laut lainnya melanjutkan pencarian korban ke arah selatan hingga Tanjung Sembulungan," Eko menambahkan.
Di sisi lain, Koordinator Unit Pencarian dan Pertolongan Laut (SRU) Letkol Laut Muhamad Puji Santoso mengatakan kapal perang KRI Pulau Fanildo juga mengoperasikan ROV dan kamera bawah air di titik referensi yang sama.
"Tim dari KAL Sembulungan juga menggunakan multibeam echosounder (MBS) di lokasi yang sama,” katanya.
Baca Juga: Upaya Pencarian Korban Kapal Tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya Diperpanjang
Artikel Terkait
KNKT: Pesawat Jatuh di BSD Tak Punya Black Box
KNKT Sebut Pesawat Jatuh di BSD Ingin Mendarat Darurat, Terkena Pohon dan Terpental
KNKT: Pesawat Jatuh di BSD Milik Pribadi, Tak Punya Black Box
Kasus Rem Blong Sudah Banyak Makan Korban Jiwa, KNKT Beri Imbauan Keras