• Sabtu, 18 April 2026

Dugaan Kecurangan SPMB 2025 di Bandung, Wamendikdasmen Langsung Tinjau Sekolah

Photo Author
Lopi Kasim, Konteks.co.id
- Selasa, 17 Juni 2025 | 11:58 WIB
Dugaan kecurangan pelaksanaan SPMB 2025 di Bandung(Canva.com)
Dugaan kecurangan pelaksanaan SPMB 2025 di Bandung(Canva.com)


KONTEKS.CO.ID - Skandal dugaan jual-beli kursi siswa atau titipan anak pejabat dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Bandung, Jawa Barat terus tuai sorotan.

Isu kecurangan SPMB disinyalir bukan hal baru. Setiap tahun, kisah anak 'titipan', kursi yang 'dibeli', atau nama-nama misterius yang tiba-tiba lolos seleksi.

Terkait itu, pemerintah pusat mengklaim tak akan diam untuk mengusut kasus jual-beli 'kursi' dalam SPMB yang digelar di Kota Bandung pada tahun 2025.

Baca Juga: Jelang Japan Open 2025, Ginting Gelar Fan Meeting di China, Fans Ngaku Rindu: Nggak Sabar Nunggu Back on Court

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq menyampaikan soal kemungkinan terjadinya kecurangan pelaksanaan SPMB 2025 usai bertemu Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, pada Senin, 16 Juni 2025.

Saat meninjau sekolah SMPN 7 Bandung, Fajar menyebut praktik titipan anak pejabat dalam sistem seleksi siswa sekolah harus dihentikan.

"Kami meninjau salah satu sekolah SMPN 7 Bandung, untuk memastikan proses SPMB nanti di Kota Bandung bisa berjalan lancar, tertib, bersih, transparan, dan akuntabel," ujar Fajar kepada wartawan mengutip Selasa, 17 Juni 2025.

Baca Juga: KPK: Pengadilan Singapura Tolak Penangguhan Penahanan Buronan Korupsi e-KTP Paulus Tannos

"Dan kami berharap (SPMB) bisa berjalan sesuai peraturan yang berlaku, tidak ada lagi kecurangan, tidak ada lagi istilahnya jual beli bantal atau apapun namanya, jual beli kursi. Kita harapannya berjalan fair," imbuhnya.

Fajar pun membenarkan isu kecurangan dalam sistem penerimaan siswa di sekolah pun berhembus setiap tahun.

"Itu isu tiap tahun juga, sejauh ini kita belum menemukan bukti karena kita berbicara dengan fakta hukum, nggak bisa karena katanya, sejauh ini kita belum menemukan indikasi ke arah itu," tuturnya.

Dia lantas menyinggung isu dugaan jual beli kursi yang terjadi di empat SMP di Kota Bandung, Jabar.

Baca Juga: Ratusan WNI Ada di Iran dan Israel, Kemlu Ungkap Puluhan Terjebak Imbas Perang

Fajar mengaku, telah menerima laporan tertulis dari Wali Kota Bandung terkait pengusutan kasus dugaan kecurangan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lopi Kasim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X