• Sabtu, 18 April 2026

Sri Mulyani Kunjungi Nduga Pakai Rompi Anti Peluru, Sebut Menkeu Pertama dalam Sejarah

Photo Author
Lopi Kasim, Konteks.co.id
- Minggu, 8 Juni 2025 | 14:45 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyadi dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat kunjungan ke Nduga, Papua Pegunungan (Instagram/sjafrie.sjamsoeddin)
Menteri Keuangan Sri Mulyadi dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat kunjungan ke Nduga, Papua Pegunungan (Instagram/sjafrie.sjamsoeddin)


KONTEKS.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani berkunjung ke Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Diketahui, wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai zona rawan konflik.

Menkeu menyebut, kali pertama menginjakkan kaki di wilayah tersebut. Dalam kunjungannya itu, Sri Mulyani hadir bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Baca Juga: Eminem Tuntut Instagram dan Facebook Rp1,7 Triliun Usai Berseteru dengan Meta: Pelanggaran Bertahun-tahun

Keduanya mengenakan rompi anti peluru saat menyambangi beberapa lokasi di Nduga.

Untuk diketahui, Nduga kerap disebut sebagai zona merah karena kerap terjadi bentrokan antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Sri Mulyani mengaku, kunjungannya ke Nduga merupakan yang pertama, bahkan dalam sejarah kementeriannya belum pernah ada Menkeu yang hadir langsung ke wilayah tersebut.

Baca Juga: Lowongan Kerja Transjakarta Dibuka hingga 20 Juni 2025, Lulusan SMA Bisa Daftar

“Betul apa yang dikatakan Pak Menhan, mungkin belum ada Menteri Keuangan yang ke sini (Nduga) atau ke Papua,” ujar Sri Mulyani dalam sambutannya, mengutip Minggu, 8 Juni 2025.

Meski baru pertama kali ke Nduga, Sri Mulyani menyebut dirinya sudah beberapa kali menyambangi daerah-daerah lain di Papua dalam kapasitasnya sebagai Menteri Keuangan sejak era Presiden Joko Widodo hingga masa pemerintahan saat ini.

“Saya sudah beberapa kali datang ke beberapa lokasi atau daerah di Papua, dan ini pertama kali (ke Nduga),” kata dia.

Baca Juga: Ridwan Kamil Cuek Dituntut Ganti Rugi Rp16,6 M, Lisa Mariana: Gara-Gara Beliau, Aku Sudah Rugi Rp10 M

Dia pun menegaskan pentingnya melihat langsung kondisi di lapangan agar tak hanya mengandalkan data dan angka dalam menyusun kebijakan.

“Karena kalau melihat hanya dari angka, maka tidak bisa melihat situasi,” ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lopi Kasim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X