KONTEKS.CO.ID - Isu PDIP akan bergabung dengan koalisi Pemerintahan Prabowo Subianto masih terus mencuat.
Namun, belakangan diyakini PDIP belum akan bergabung secara formal dalam waktu dekat.
Penyebabnya, masih ada Gibran Rakabuming Raka yang menjabat Wapres di dalam Koalisi Merah Putih.
Baca Juga: Rapor Biru Pemerintahan Prabowo–Gibran, Raih Kepercayaan Publik Meski Ekonomi Belum Pulih
Analisis itu disampaikan pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga.
"Bagi PDIP, Gibran adalah representatif Jokowi,” kata Jamiluddin Ritonga kepada wartawan, Kamis 5 Juni 2025.
Dia berpendapat, siapa saja yang menjadi representatif Jokowi, akan dinilai berseberangan dengan PDIP.
Baca Juga: Denza D9 Listrik Premium Laris Manis, Tapi Pengiriman Masih Jadi PR Besar
Hal ini, menjadi hambatan bagi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk bergabung ke koalisi pemerintahan Prabowo.
Kemudian, Gibran bersama Jokowi sudah resmi dipecat PDIP dan dianggap pengkhianat.
"Karena itu semakin menyulitkan bagi PDIP untuk bergabung ke koalisi Prabowo,” ucap Jamiluddin.
Namun, bukan berarti pintu PDIP bergabung dengan Presiden Prabowo tertutup. Dia menyebut, koalisinya tidak di pemerintahan.
Baca Juga: 7 Bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Survei LSI Denny JA: 2 Sektor Dapat Rapor Merah
PDIP, lanjut Jamiluddin, sangat terbuka bila koalisi dengan pemerintahan Prabowo terjadi di parlemen.
Artikel Terkait
PDIP Desak Kejagung Periksa Budi Arie Terkait KasusĀ Judol, Harli Siregar Bilang Begini
Tokoh Senior Partai Ungkap Alasan Kongres PDIP Belum Juga Digelar
PDIP Ingatkan Prabowo, Jangan Buru-buru Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel
Singgung Peran Megawati dan Hasto, Adian Napitupulu: PDIP Terpopuler karena Kepercayaan Rakyat
Isu PDIP Merapat ke Kabinet Merah Putih Usai Pertemuan Prabowo-Megawati, Sufmi Dasco: Terlalu Jauh