KONTEKS.CO.ID - Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat (GEMARAK), sebuah aliansi mahasiswa lintas kampus, secara resmi menyerahkan surat terbuka kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) dan Kementerian Sosial (Kemensos RI) pada Rabu, 28 Mei 2025.
Isi surat tersebut menolak keras wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto.
GEMARAK menilai, pemberian gelar tersebut adalah pengkhianatan terhadap semangat reformasi 1998, sekaligus bentuk pengaburan sejarah kelam bangsa yang menyakiti para korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) semasa Orde Baru.
“Langkah ini bukan sekadar keputusan administratif atau penghormatan simbolik. Ini tindakan politis yang berpotensi mengkhianati nilai-nilai reformasi dan mencederai rasa keadilan bagi para korban,” ujar Haikal Saragih, Ketua BPM FIKOM UPDM (B), mewakili GEMARAK dalam pernyataan resminya.
Soeharto Dinilai Bukan Pahlawan, Tapi Simbol Otoritarianisme
Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden RI, Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan, Ketua MPR RI, serta Menteri Sosial RI, GEMARAK secara tegas menyebut bahwa Soeharto bukan pahlawan, melainkan simbol dari represi, otoritarianisme, dan kekerasan negara.
GEMARAK menyinggung berbagai catatan pelanggaran HAM selama rezim Soeharto, seperti:
- Tragedi 1965–1966
- Penembakan Misterius (Petrus)
- Pembantaian Talangsari
- Tragedi Santa Cruz di Timor Leste
- Penculikan dan penghilangan paksa aktivis menjelang reformasi 1998
Selain itu, mereka menyoroti korupsi masif yang mengakar selama Orde Baru. Dalam laporan Transparency International tahun 2004, Soeharto disebut sebagai pemimpin paling korup di dunia, dengan dugaan korupsi mencapai USD 15–35 miliar.
Baca Juga: Cegah Heat Stroke saat Armuzna: Ini Tips Sehat bagi Jemaah Haji
“Pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto berarti memutihkan sejarah dan mengkhianati cita-cita reformasi yang menuntut negara bersih dari KKN,” lanjut Haikal.
Dapat Dukungan Luas dari Organisasi Mahasiswa
Surat terbuka GEMARAK didukung oleh puluhan organisasi mahasiswa dan komunitas dari berbagai kampus. Beberapa di antaranya:
-
BEM UPNVJ
-
UPNVJ Bergerak
-
Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara (PB IMSU)
Artikel Terkait
Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Masih Dikaji, Gus Ipul: Proses Tidak Bisa Instan
Sjafrie Sjamsoeddin dan Kerusuhan Mei 1998, Uji Nyali Jenderal Tampan Eks Pengawal Kesayangan Soeharto
Aktivis 98 Tolak Soeharto Jadi Pahlawan, Ubedilah Badrun: Tidak Dapat Dibenarkan dengan Alasan Apapun
Gelar Pahlawan untuk Soeharto Diprotes Aktivis 98, Mencederai Semangat Reformasi
Fakta Sejarah 1 Juni Jadi Hari Lahir Pancasila, Sempat Dilarang di Era Soeharto