Mereka berpartisipasi di ajang job fair hanya formalitas belaka.
"Job fair itu omong kosong. Heran kok masih ada cari kerja offline sekarang. Cari kerja offline itu apa? Sekarang sudah online. Kalaupun offline, langsung ke perusahaan," ungkap seorang HRD dalam video di akun Instagram folkkonoha.
Baca Juga: Burung Garuda Tunggangan Dewa Wisnu dan Lambang Negara Indonesia, Apakah Nyata?
HRD itu mengatakan, ajang job fair justru dimanfaatkan oleh dinas terkait untuk pencitraan atau melakukan branding.
"Job fair itu digunakan untuk branding kantor, kerja sama dengan dinas terkait. KPI orang kedinasan itu," ungkapnya.
Dia mengatakan, orang-orang yang datang ke job fair untuk melamar kerja tidak akan direkrut sebagai karyawan oleh perusahaan yang berpartisipasi.
Baca Juga: Mau Liburan Seru di Surabaya? Cek 5 Tempat Wisata Terbaru yang Lagi Hits dan Bikin Betah!
"Itu orang yang datang ke job dair itu nggak akan diambil. Peserta yang datang ribuan. Jangan banyak berharap lah sama job fair," ujarnya.
Kata dia, job fair sudah tidak lagi digunakan perusahaan dalam merekrut karyawan.
Jika membutuhkan tenaga kerja, perusahaan biasanya memanfaatkan situs pencari kerja untuk mencari calon karyawan sesuai dengan standar kualifikasi.
"Tahun 2010 lah akhir masa job fair," ucapnya.***
Artikel Terkait
Menag Nasaruddin Umar: Tantangan Haji 2025 Berhasil Diurai
Jelang Puncak Haji, Kemenkes Sebut Sejumlah Jemaah Haji Alami Gangguan Tulang dan Sendi
Fakta Sejarah 1 Juni Jadi Hari Lahir Pancasila, Sempat Dilarang di Era Soeharto
Komjen Rudy Heriyanto Disorot Netizen, Benarkah Jadi Kuda Hitam Calon Kapolri 2025?
Survei IPO: Mayoritas Warga Nilai Pelaksanaan MBG Memuaskan