• Sabtu, 18 April 2026

Biaya Pendidikan Tinggi Jadi Beban, Gen Z Ramai-Ramai Tak Kuliah

Photo Author
Anis Mutmainah, Konteks.co.id
- Selasa, 20 Mei 2025 | 22:00 WIB
Biaya Pendidikan Tinggi Jadi Beban, Gen Z Ramai-Ramai Tak Kuliah (Pixabay/felixioncol)
Biaya Pendidikan Tinggi Jadi Beban, Gen Z Ramai-Ramai Tak Kuliah (Pixabay/felixioncol)

KONTEKS.CO.ID - Pendidikan tinggi selama ini dianggap sebagai kunci menuju masa depan yang cerah. Namun, tren terbaru menunjukkan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, mulai mempertanyakan nilai dari kuliah.

Survei terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 31% Gen Z memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Salah satu alasan utamanya: biaya kuliah yang semakin mahal.

Biaya Tinggi Jadi Penghalang

Kenaikan biaya pendidikan setiap tahun membuat banyak keluarga kewalahan. Uang kuliah, biaya hidup, serta perlengkapan belajar yang tidak murah menjadi beban berat, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga menengah ke bawah.

Baca Juga: Arab Saudi Kecam Keras Keputusan Israel Tingkatkan Serangan di Gaza

Di tengah ketidakpastian ekonomi, banyak Gen Z merasa bahwa investasi kuliah tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan setelah lulus.

Alternatif Pendidikan dan Karier

Alih-alih menempuh jalur formal, sebagian Gen Z kini memilih jalan alternatif seperti kursus online, bootcamp, atau langsung terjun ke dunia kerja dan wirausaha.

Mereka percaya bahwa keterampilan praktis dan pengalaman kerja bisa lebih cepat membuka peluang dibandingkan gelar akademik.

Baca Juga: Preview Manchester City Vs Bournemouth: Penentuan Nasib di Etihad Stadium

Platform seperti YouTube, Coursera, dan Udemy semakin digandrungi karena menawarkan pembelajaran fleksibel dengan biaya yang jauh lebih terjangkau.

Selain itu, banyak perusahaan teknologi kini lebih memprioritaskan skill dibandingkan ijazah.

Ketimpangan Akses Pendidikan

Fenomena ini juga menyoroti ketimpangan akses pendidikan di Indonesia. Tidak semua daerah memiliki perguruan tinggi berkualitas, dan akses internet yang belum merata juga menjadi tantangan bagi mereka yang ingin belajar secara daring.

Baca Juga: Trump Sebut Pembicaraan Telepon Dua Jam dengan Putin Berjalan Sangat Baik

Perlu Inovasi dan Solusi

Pemerintah dan institusi pendidikan diharapkan dapat menghadirkan solusi. Beasiswa, skema pembayaran fleksibel, serta pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja bisa menjadi langkah strategis untuk menarik kembali minat Gen Z terhadap pendidikan tinggi.

Pilihan Gen Z untuk tidak kuliah bukan semata karena kemalasan, tetapi refleksi dari realitas yang mereka hadapi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X