KONTEKS.CO.ID - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar agenda pembekalan bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang terpilih dalam Pilkada 2024.
Acara ini berlangsung di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sejak Jumat, 16 Mei 2025, dan ditutup pada Ahad, 18 Mei 2025.
Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Ganjar Pranowo menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan untuk menyeragamkan pemahaman para kepala daerah terkait visi, misi, dan agenda strategis partai, sekaligus sebagai upaya konsolidasi politik pasca-kemenangan.
Baca Juga: Damri Targetkan 200 Bus Listrik Tambahan di 2025, Dukung Emisi Nol Karbon
“Para kepala daerah ini punya janji politik yang harus ditunaikan. Maka pembekalan ini jadi wadah untuk merumuskan tantangan dan strategi ke depan,” kata Ganjar dalam keterangannya.
Tiga Topik Utama PDIP
Ganjar memaparkan bahwa hasil pembekalan mengerucut pada tiga tema utama:
- Pengembangan potensi daerah, khususnya di sektor pertanian, perdagangan, pariwisata, dan logistik.
- Perbaikan tata kelola pemerintahan, termasuk pemanfaatan digitalisasi layanan dan reformasi birokrasi.
- Implementasi nilai-nilai khas PDIP, seperti pendidikan gratis dan pemberdayaan masyarakat kecil.
“Tiga agenda ini punya tantangan dan pembelajaran tersendiri dari pengalaman masing-masing kepala daerah,” ujar mantan Gubernur Jawa Tengah itu.
Baca Juga: Telkom Proses Pemecatan 3 Pejabatnya Terkait Perkara Proyek Fiktif Rp431 Miliar
Tekankan Pembangunan Ekonomi dan Konektivitas Daerah
Dalam sesi diskusi, Ganjar menyampaikan bahwa banyak kepala daerah menyoroti keterbatasan kapasitas fiskal, alokasi DAK dan DAU, serta tantangan konektivitas antarwilayah.
Ia menekankan pentingnya strategi untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan kerja sama antardaerah.
“Kami bahas juga soal branding daerah dan bagaimana membangun daya saing, baik lewat UMKM, pariwisata, maupun industri lokal,” katanya.
Baca Juga: Bahlil Temui Sri Sultan dan Resmikan Pembangunan Asrama Muhammadiyah di Yogyakarta
Layanan Publik dan Pendidikan Gratis
Dari sisi pelayanan publik, PDIP menekankan perlunya digitalisasi layanan dan reformasi birokrasi agar akses masyarakat terhadap layanan pemerintah semakin mudah dan efisien. Selain itu, Ganjar juga menyoroti pentingnya program pendidikan yang inklusif.
Ia mencontohkan model pendidikan gratis di Surabaya dan Semarang, termasuk dukungan terhadap sekolah swasta yang menerima siswa dari kalangan tidak mampu.
Artikel Terkait
PDIP Cabut Strategi Pemenangan Pemilu 'Comandante Stelsel' Bikinan Bambang Pacul di Jateng, Ada Apa?
Lanjutan Sidang Hasto Kristiyanto, JPU KPK Hadirkan Dua Saksi dari PDIP
Kongres PDIP Tinggal Kukuhkan Megawati, Djarot: Siapa Sekjen? Itu Hak Ketua Umum
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Respons Penyidik KPK Jadi Saksi: Pertama Kali dalam Sejarah
Viral Eks Marinir TNI AL Jadi Tentara Rusia, Legislator PDIP Singgung Soal Hukuman