• Sabtu, 18 April 2026

Belum Juga Terjual, TikTok Terancam Diblokir pada 5 April 2025

Photo Author
Agha Nur Sabri A, Konteks.co.id
- Rabu, 2 April 2025 | 18:41 WIB
Donald Trump ungkap kekesalamnya kepada perusahaan pesawat Boeing (instagram.com/@realdonaldtrump)
Donald Trump ungkap kekesalamnya kepada perusahaan pesawat Boeing (instagram.com/@realdonaldtrump)

 

KONTEKS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan terkait penjualan TikTok oleh perusahaan induknya,ByteDance, akan tercapai sebelum tenggat 5 April 2025.

TikTok diwajibkan menemukan pembeli non-China atau menghadapi larangan di AS, berdasarkan undang-undang 2024 yang mengedepankan alasan keamanan nasional.

"Kami memiliki banyak calon pembeli. Ada minat yang luar biasa terhadap TikTok," kata Trump kepada wartawan di Air Force One pada Minggu 30 Maret 2025 malam, dikutip dari Channel News Asia.

Baca Juga: Terjadi Peningkatan Gempa Vulkanik Gunung Gede Hingga 21 Kali Sehari, Warga dan Wisatawan Diimbau Tak Mendekat di Radius Ini

Dukungan Investor dan Upaya Akuisisi

Di tengah tekanan untuk menjual TikTok, sejumlah investor tengah mempertimbangkan langkah mereka.

Reuters melaporkan bahwa perusahaan ekuitas swasta Blackstone sedang mengevaluasi kemungkinan investasi minoritas di operasi TikTok di AS.

Informasi ini diperoleh dari dua sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Baca Juga: 4 Pemain Ini Dipastikan Akan Memperkuat Indonesia di Piala Sudirman 2025, Siapa saja?

Blackstone dikabarkan berdiskusi untuk bergabung dengan pemegang saham ByteDance yang berbasis di luar China, termasuk Susquehanna International Group dan General Atlantic.

Kelompok ini muncul sebagai kandidat utama dalam upaya menguasai bisnis TikTok di AS.

Kekhawatiran AS dan Tekanan terhadap ByteDance

Washington menilai bahwa kepemilikan TikTok oleh ByteDance membuatnya tunduk pada regulasi pemerintah China.

Baca Juga: Tinggal Bersama Anak, Ray Sahetapy Berjuang Melawan Stroke 2 Tahun

Kekhawatiran utama adalah potensi pemanfaatan TikTok oleh Beijing untuk operasi pengaruh serta pengumpulan data pengguna di AS.

Oleh karena itu, Kongres AS mendukung penuh undang-undang 2024 yang mewajibkan ByteDance melepas kepemilikannya paling lambat 19 Januari 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X