“Peran masyarakat dan tokoh lokal sangat penting. Pengaruh mereka dan kedekatannya dengan warga membantu agar pesan keselamatan lebih mudah diterima,” kata Ixfan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menerobos palang perlintasan ketika sudah tertutup, mengingat kereta memiliki jarak pengereman yang panjang dan tidak bisa berhenti mendadak.
Warga juga disarankan untuk selalu berhenti sejenak dan memperhatikan kondisi kiri-kanan sebelum melintasi rel demi keselamatan.
Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di jalur rel—baik berjalan kaki, bermain, maupun menjadikannya jalan pintas—karena jalur tersebut bukanlah ruang publik.
“Keselamatan di sekitar jalur kereta api adalah tanggung jawab bersama. Jangan abaikan rambu dan sinyal, serta patuhi aturan di perlintasan,” ucap Ixfan.***
Artikel Terkait
KAI Tegaskan Colokan Listrik di Kereta untuk Gadget, Bukan Rice Cooker dan Catokan Rambut!
KA Sancaka Dilempar Batu Hingga Penumpang Terluka di Klaten, Begini Kata KAI
KAI Resmi Hapus Kelas Bisnis Kereta Api, Ini Alasan dan Penggantinya
KAI Expo 2025 Hadir! Diskon Tiket Kereta hingga 60 Persen, Ini Daftar KA dan Tarif Promonya