• Sabtu, 18 April 2026

Dari Susannah ke Epic Fury, Ketika AS dan Israel Gemar Melakukan Operasi Militer di Timur Tengah

Photo Author
Ari DP, Konteks.co.id
- Sabtu, 18 April 2026 | 11:24 WIB
Menteri Pertahanan Pinchas Lavon, kiri, dan Kepala IDF Moshe Dayan, dengan Shimon Peres di latar belakang, pada 8 Februari 1953. (GPO)
Menteri Pertahanan Pinchas Lavon, kiri, dan Kepala IDF Moshe Dayan, dengan Shimon Peres di latar belakang, pada 8 Februari 1953. (GPO)

Menurut laporan CNN, kedua kata dalam nama tersebut memiliki akar historis yang kuat.

Baca Juga: Presiden Pakistan Zia Ul Haq dan Memori Pertempuran 10 November 1945, dari Kaget Mendengar Adzan hingga Pimpin Pembelotan Pasukan Gurkha

Epic berasal dari tradisi seni dan sastra klasik, dan dalam penggunaan modern menggambarkan sesuatu yang berskala besar atau monumental.

Sementara fury, menurut ahli bahasa Grant Barrett, berakar pada mitologi Yunani dan Romawi.

Hal itu mengacu pada dewi-dewi pembalasan dan kalau ditarik dalam terminologi modern identik dengan kemarahan atau hasrat yang meluap.

Baca Juga: Tanpa Polisi Istimewa, Takkan Ada Hari Pahlawan: Menguak Peran M Jasin di Balik Pertempuran 10 November 1945

Meski terdengar puitis, penamaan operasi militer tidak dilakukan secara sembarangan. Department of Defense AS menggunakan sistem khusus bernama NICKA (Code Word, Nickname, and Exercise Term System).

Sistem itu untuk mengajukan, menyortir, dan menyetujui nama kode operasi.

Sistem ini memastikan tidak ada duplikasi serta membantu mengelola daftar nama yang sudah digunakan.

Baca Juga: Sie Kong Lian, Sosok Penting di Balik Pekik Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928: Bapak Kos Para Tokoh Pemuda yang Hibahkan Rumah demi Sejarah Indonesia

Proses penentuannya juga melibatkan beberapa tingkatan komando.

Unit-unit militer mengusulkan nama yang biasanya terdiri dari dua kata, mengikuti pedoman tertentu seperti awalan huruf.

Selanjutnya, pemimpin senior memilih nama yang dinilai paling sesuai.

Baca Juga: Vespa Kongo, Jejak Keberanian Pasukan Garuda di Jalan Perdamaian Dunia

Di sejumlah kasus, nama yang dipilih bukan soal kerahasiaan, tetapi lebih kepada pesan moral dan simbolisme yang ingin ditekankan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jimmy Radjah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X