• Sabtu, 18 April 2026

Dari Susannah ke Epic Fury, Ketika AS dan Israel Gemar Melakukan Operasi Militer di Timur Tengah

Photo Author
Ari DP, Konteks.co.id
- Sabtu, 18 April 2026 | 11:24 WIB
Menteri Pertahanan Pinchas Lavon, kiri, dan Kepala IDF Moshe Dayan, dengan Shimon Peres di latar belakang, pada 8 Februari 1953. (GPO)
Menteri Pertahanan Pinchas Lavon, kiri, dan Kepala IDF Moshe Dayan, dengan Shimon Peres di latar belakang, pada 8 Februari 1953. (GPO)

Namun semuanya berubah pada 23 Juli 1954. Seorang agen muda bernama Philip Natanson menuju Bioskop Rio di Alexandria dengan bom di sakunya.

Baca Juga: Sekelumit Awal Perjalanan Jeffrey Epstein: Guru yang Pacari Putri Bos, Bohong Soal Ijazah S1, Hingga Tipu Investor

Tanpa diduga, pemicu bahan peledak terpicu lebih cepat.

Natanson terbakar dan jatuh tersungkur di depan pintu bioskop.

Polisi segera menangkapnya dan menemukan bukti yang langsung mengarah pada jaringan mata-mata Israel.

Baca Juga: Selubung Relasi Soekarno dan Yakuza: dari Pengawalan Bawah Tanah, 'Sodorkan' Naoko Nemoto, Hingga Kuasai Proyek Pampasan Perang

Interogasi intensif membuat Natanson membuka suara.

Nama-nama anggota jaringan bocor dan dalam hitungan jam aparat Mesir melakukan penggerebekan massal. Dokumen rahasia dan peralatan sabotase disita.

Dunia internasional terkejut ketika Mesir mengumumkan dalangnya adalah jaringan intelijen Israel.

Baca Juga: Rahasia Greenland, dari Branding Erik The Red Hingga Logika Transaksional Trump

Rencana besar mengadu domba Mesir dengan AS justru berbalik merugikan Israel dan mempermalukan mereka di mata sekutu Barat.

Kegagalan Operasi Sunannah menjadi pukulan fatal.

Nasser menggunakan momentum ini untuk memperkuat posisi politiknya dan menegaskan ancaman stabilitas justru datang dari Israel.

Baca Juga: Sepak Terjang Pasukan Delta Force: Berawal dari Jimmy Carter Iri dengan Kemampuan SAS Inggris, Hancur Lebur pada Misi Pertama di Iran

Di Tel Aviv, kabinet saling tuding soal siapa pemberi perintah akhir. Krisis politik pun meledak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jimmy Radjah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X