KONTEKS.CO.ID - Perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Iran dengan nama ‘Operasi Epic Fury’ mengingatkan pada peristiwa serupa di awal 1950-an, yaitu ‘Operasi Susannah’, dengan objeknya adalah Mesir.
Di era itu, kondisi politik di Kairo memang sedang mendidih.
Revolusi perwira menengah yang dipimpin Gamal Abdel Nasser baru saja menumbangkan kekuasaan monarki Raja Farouk.
Baca Juga: Kisah Marshall Green, Diplomat 'Spesialis Kudeta' yang Terperangkap Labirin Klenik Soekarno
Semangat nasionalisme Mesir bangkit dan mulai mengancam kepentingan negara-negara kolonial di Terusan Suez.
Namun dari balik perbatasan, Israel memandang pergeseran kekuasaan ini dengan kecemasan besar. Pemerintah Israel di Tel Aviv merasa posisi strategis mereka terancam.
Kala itu, Washington mulai melirik Nasser sebagai mitra potensial untuk membendung pengaruh komunis. Itu sebabnya Presiden AS Dwight Eisenhower berencana memberikan bantuan militer serta ekonomi kepada Mesir.
Baca Juga: Sejarah BAIS TNI, Intelijen 'Angker' dalam Sunyi yang Didirikan Raja Intel Benny Moerdani
Bagi Israel, menguatnya hubungan Mesir-AS adalah lonceng bahaya.
Apalagi, rencana Inggris menarik pasukannya dari zona Terusan Suez membuat ketegangan kian meningkat.
Israel khawatir tanpa kehadiran Inggris, Nasser akan memiliki kendali penuh atas jalur air vital tersebut, sehingga membuat Mesir leluasa memobilisasi pasukan ke Gurun Sinai.
Ketakutan inilah yang memicu munculnya gagasan ekstrem di tubuh intelijen militer Israel, yaitu menggelar Operasi Susannah.
Unit 131, divisi rahasia di bawah intelijen militer Israel, diperintahkan menyusun rencana sabotase untuk menciptakan kekacauan di Mesir dengan sasaran aset-aset milik negara Barat.
Artikel Terkait
Gugur Diserang Tentara IDF Israel, Ulama MUI Sebut 3 Prajurit TNI Mati Syahid!
Gelombang Baru Serangan Mematikan ‘True Promise 4’ Iran: IRGC Kirim Rudal Qiam, Emad, dan Qadr ke Israel Tengah
IRGC Rilis Foto Kursi Pesawat Tempur F-35 AS yang Hancur Dihajar Sistem Pertahanan Baru Iran
40 Negara Bentuk Koalisi Global Adang Dominasi Iran di Selat Hormuz