Efek Berantai: Inflasi Meningkat, Fed dalam Dilema
Selain berdampak pada pola belanja masyarakat, tarif Trump juga menambah tekanan terhadap Wall Street dan Federal Reserve (The Fed).
Para pelaku pasar khawatir bahwa tarif ini akan mempercepat inflasi dan menyulitkan Fed dalam mengambil keputusan terkait suku bunga.
Jika inflasi terus meningkat, The Fed mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi, yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Jadwal Libur Sekolah Lebaran 2025 dari SD Hingga SMA, Ini Daftar Tanggalnya
Padahal, dunia usaha dan pasar keuangan justru mengharapkan pemangkasan suku bunga guna merangsang pertumbuhan.
Di sisi lain, kebijakan tarif yang berubah-ubah juga memaksa banyak perusahaan mempertimbangkan memindahkan produksi ke AS guna menghindari biaya impor yang lebih tinggi.
Namun, langkah ini tidak mudah dan membutuhkan investasi besar dalam infrastruktur serta tenaga kerja.
Tarif Trump: Solusi atau Bumerang?
Pemerintahan Trump berulang kali menyatakan bahwa kebijakan tarif bertujuan melindungi industri dalam negeri dari persaingan tidak sehat, terutama dari China dan negara lain.
Namun, dampak jangka pendeknya justru menimbulkan ketidakpastian ekonomi dan memicu lonjakan harga.
Baca Juga: UU Minerba Terbaru Perintahkan Negara Caplok Tambang yang Bermasalah
Jika tren panic buying ini terus berlanjut, daya beli masyarakat bisa terdampak dan berujung pada perlambatan konsumsi, sektor yang selama ini menjadi pilar utama ekonomi AS. ***
Artikel Terkait
Ekonom Sebut Imbas Inflasi AS Turun, Rupiah Menguat 97 Poin di Bawah Rp16.000
Indikasi Inflasi AS Melemah, Bitcoin Melesat ke Level Rp1,139 Miliar
Akhirnya Inflasi Tipis-Tipis Terjadi di Bulan Oktober Setelah Deflasi Sejak Mei 2024
Kena Palak Donald Trump, AS Minta 50 Persen Saham Sumber Daya Mineral Ukraina
Trump Intervensi Kasus Korupsi, Jaksa Federal AS Ramai-Ramai Mundur