• Sabtu, 18 April 2026

Rupiah dan Yuan Terus Menguatkan Kerja Sama Lawan Dominasi US Dolar

Photo Author
Ari DP, Konteks.co.id
- Minggu, 14 September 2025 | 19:45 WIB
Ilustrasi uang Yuan dan Rupiah. (Istimewa)
Ilustrasi uang Yuan dan Rupiah. (Istimewa)

KONTEKS.CO.ID – Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBOC) resmi meluncurkan kerangka baru penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal (Local Currency Settlement/LCS) untuk mendukung perdagangan dan investasi bilateral.

Kerangka ini merupakan pengembangan dari kerja sama yang sudah berjalan sejak 2018, dengan cakupan yang kini diperluas hingga mencakup seluruh item dalam neraca pembayaran, termasuk perdagangan barang, jasa, investasi langsung, serta transaksi keuangan lainnya.

“Perluasan kerja sama LCS ini diharapkan semakin memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik, sekaligus mendorong penggunaan rupiah dan yuan dalam transaksi internasional,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam keterangan resminya, baru-baru ini.

Baca Juga: Pemerintah Tanggung Pajak Karyawan Hotel, Restoran, dan Kafe: Begini Syarat Lengkapnya!

Selain LCS, kedua bank sentral juga memulai uji coba dua arah proyek interkoneksi QRIS Indonesia dengan UnionPay QR Code China.

Fasilitas ini akan memungkinkan wisatawan maupun pelaku usaha di kedua negara melakukan pembayaran lintas batas menggunakan mata uang lokal secara instan.

Menurut Perry, layanan ini akan beroperasi penuh pada akhir 2025.

Baca Juga: Andi Widjajanto Sinyalir Ada Pesan Khusus Prabowo di Balik Reshuffle Menkop Budi Arie dan Menpora Dito

“Masyarakat yang bertransaksi di China bisa langsung membayar dengan rupiah melalui QRIS, begitu juga sebaliknya warga China dapat menggunakan yuan di Indonesia lewat UnionPay,” ujarnya.

Bloomberg melaporkan, langkah ini sejalan dengan upaya China mendorong internasionalisasi yuan, sekaligus mendukung strategi Indonesia mengurangi dominasi dolar AS dalam perdagangan internasional.

Data BI menunjukkan, transaksi LCS Indonesia–China terus mencatatkan pertumbuhan pesat.

Baca Juga: MAKI Serahkan Tambahan Bukti Kasus Kuota Haji 2024, Istri Pejabat, ART hingga Tukang Pijat Dapat Jatah

Pada 2024, nilai transaksi mencapai lebih dari USD2,5 miliar, melonjak hampir 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini bukti nyata bahwa penggunaan mata uang lokal semakin diminati pelaku usaha. Ke depan, kami berharap pemanfaatannya makin meluas di sektor perdagangan dan pariwisata,” kata Perry.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ari DP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X