Laporan itu juga menyoroti meskipun tantangan makroekonomi terus berlangsung, ekspor kakao menjadi titik terang bagi Nigeria.
Pada kuartal I 2025, pendapatan ekspor melonjak 220 persen dibanding tahun sebelumnya, mencapai N1,23 triliun dari N384,1 miliar pada periode yang sama 2024—tertinggi sepanjang sejarah kuartalan kakao.
Lonjakan ini didorong oleh harga global yang lebih tinggi serta peningkatan volume ekspor, menegaskan peran strategis kakao sebagai penggerak ekspor nonmigas.
Peningkatan pendapatan kakao tidak hanya membantu Nigeria mendiversifikasi arus devisa, memperkecil defisit perdagangan, dan meredam gejolak nilai tukar di tengah rapuhnya pendapatan minyak, tetapi juga menghidupkan ekonomi perdesaan, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat rantai nilai pertanian.
Baca Juga: Terus Terjadi! Kelompok Bersenjata Nigeria Culik Lagi 100 Orang
Namun, para ahli memperingatkan masih ada hambatan struktural seperti pohon kakao yang menua, pembiayaan petani yang minim, serta infrastruktur yang lemah.
Prospek ekonomi Nigeria juga dipengaruhi volatilitas pasar minyak global.
Pada paruh pertama 2025, harga Brent berfluktuasi dari kisaran pertengahan USD70 per barel pada Januari hingga menyentuh titik terendah multi-tahun di USD60,48 pada April, sebelum pulih sebagian.
Baca Juga: Tentara Nigeria Selamatkan 17 Pelajar dan Seorang Wanita dari Penculikan
Penurunan itu terutama dipicu penghapusan pemangkasan produksi sukarela OPEC+ sebesar 2,2 juta barel per hari yang menimbulkan kekhawatiran kelebihan pasokan.
Meski minyak tetap menjadi sumber pendapatan utama, laporan tersebut menegaskan kerentanan Nigeria terhadap fluktuasi harga global memperkuat kebutuhan untuk memperluas ekspor nonmigas, seperti kakao, dan membangun ketahanan lewat diversifikasi ekonomi.***
Artikel Terkait
Dian Siswarini Jadi Dirut Telkom, Ini Profil Perempuan Visioner di Balik Transformasi Industri Telekomunikasi
Makan Siang Bareng, Seskab Teddy dan Menteri Imipas Bahas Soal Transformasi Layanan Publik
Telkom Percepat Eksekusi Transformasi, Cetak Pendapatan Konsolidasi Rp73 Triliun
Asuransi Jiwa Raup Cuan Signifikan di Kuartal 1 2025, IFG Dorong Transformasi Industri Nasional