• Sabtu, 18 April 2026

Sasmito: Danantara Dapat Suntikan Dana Segar Rp700 Triliun jika Prabowo Mau Ambil Saham BCA

Photo Author
Setiawan Konteks, Konteks.co.id
- Senin, 18 Agustus 2025 | 13:13 WIB
Kantor Danantara (Hizkia Ohoiwutun)
Kantor Danantara (Hizkia Ohoiwutun)

KONTEKS.CO.ID – Ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Sasmito Hadinegoro, menilai Danantara akan mendapatkan suntikan dana segar Rp700 triliun jika pemerintah mau mengambil 51 persen saham Bank BCA.

Sasmito dikutip dari Pojok Baca pada Senin, 18 Agustus 2025, menyampaikan, pemerintah tidak harus membeli saham Bank BCA karena berhak mengambilnya.

“Pemerintah punya hak untuk mengambil kembali 51 persen saham BCA,” ujarnya.

Baca Juga: Analis Mira Aset: Kasus Nikita Mirzani dan Dugaan Rekayasa Pengalihan 51 Persen Saham Tekan Perdagangan Saham BCA

Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN) tersebut, menjelaskan, pemerintah tidak harus membayar karena akuisisi 51 persen saham Bank BCA oleh Djarum Group pada Desember 2022, atau saat era pemerintahan Megawati Soekarnoputri, diduga penuh rekayasa.

Menurutnya, rekayasa tersebut diduga telah merugikan keuangan negara. Kala itu, nilai saham bank tersebut mencapai Rp117 triliun.

Sementara itu, lanjut dia, BCA masih memiliki kewajiban utang kepada negara sebesar Rp60 triliun. BCA membayar utangnya secara bertahap dengan cicilan Rp7 triliun per tahun.

Baca Juga: Drama Hukum Nikita Mirzani vs BCA: Rekening Diobrak-abrik Nasabah Prioritas Kena Imbas?

Menurutnya, dugaan rekayasa tersebut harus diusut. Jika tidak, kerugian negara akan terus berlanjut.

Sasmito menyampaikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengambil langkah untuk menangani kasus tersebut.

Jokowi mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk membentuk tim khusus yang menangani dugaan skandal BLBI.

Baca Juga: Komisi III Desak KPK Usut Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah Terkait Bank BCA

“Pemberian obligasi sampai sekarang masih berjalan per triwulan dengan nilai yang sangat besar. Mungkin saat ini sudah mencapai Rp1.500 triliun,” ujarnya.

Menurut Sasmito, Presiden Prabowo Subianto harus melanjutkan langkah Jokowi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiawan Konteks

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X