KONTEKS.CO.ID - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan hanya mencapai 4,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2025, jika perang antara Israel dan Iran terus berlanjut.
Ketegangan ini dikhawatirkan mendorong lonjakan harga minyak dunia, menurut analisis ekonom senior Bhima Yudhistira, seperti dikutip dari Jakarta Globe, Senin 23 Juni 2025.
Sudah lebih dari seminggu sejak eskalasi militer antara Israel dan Iran meningkat tajam. Amerika Serikat ikut campur dengan melancarkan serangan udara ke fasilitas nuklir Iran.
Sebagai respons, parlemen Iran menyetujui penutupan Selat Hormuz, jalur perdagangan strategis yang menjadi jalur hampir 20 persen distribusi minyak global, setelah terjadinya serangan udara dari AS.
Baca Juga: Israel-AS Keroyok Iran Munculkan Teori Konspirasi Kemunculan Imam Mahdi
“Kenaikan biaya impor minyak akan mendorong inflasi harga-harga yang diatur pemerintah, di tengah daya beli masyarakat yang melemah,” kata Bhima.
“Ini tentu tidak baik. Begitu harga minyak naik, maka pelaku usaha dan konsumen yang akan paling terdampak.”
Bhima memperkirakan jika perang terus berlarut, ekonomi Indonesia hanya mampu tumbuh 4,5 persen yoy pada 2025.
Ia menambahkan, konflik Israel-Iran akan menjadi tantangan tambahan bagi ambisi Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen per tahun.
Baca Juga: Tak Banyak Orang Tahu, Iran Punya Pesawat Mata-Mata AWACS tapi Tak Digunakan Melawan Israel dan AS
Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di kisaran 5 persen dan hanya mencatat 4,87 persen pada kuartal pertama 2025.
“Target pertumbuhan 8 persen akan tambah sulit dicapai karena tekanan eksternal memburuk,” katanya.
“Di saat bersamaan, kita juga masih menghadapi penghematan anggaran,” ujar Bhima.
Baca Juga: Was-Was, Angka Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lampu Kuning, Apindo: Tekstil, Garmen, dan Elektronik
Artikel Terkait
Eksploitasi Napi, Presiden Nayib Bukele Luncurkan 'Zero Leisure' untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Prabowo Paparkan 8 Kebijakan Pendorong Pertumbuhan Ekonomi, Makan Bergizi Gratis, THR dan Bansos
Bank Indonesia Diprediksi Tahan Suku Bunga Demi Jaga Nilai Tukar dan Target Pertumbuhan Ekonomi
Menkeu Sri Mulyani Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 di Angka 5,2 hingga 5,8 Persen
Menteri UMKM: Teknologi Digital Terus Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi