KONTEKS.CO.ID - Bank Indonesia diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuannya pada Rabu, 23 April 2025.
Hal itu untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah yang tengah tertekan, meski kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat kebijakan perdagangan yang dipimpin Amerika Serikat semakin meningkat.
Dengan rupiah yang telah melemah lebih dari 4 persen sepanjang tahun ini dan mendekati titik terendah sepanjang masa, bank sentral kemungkinan akan bersikap hati-hati dan tidak terburu-buru menurunkan suku bunga.
Awalnya, tekanan terhadap mata uang rupiah dipicu rencana fiskal Presiden Prabowo Subianto, tetapi belakangan dipengaruhi pemberlakuan tarif 32 persen atas seluruh barang Indonesia yang diimpor ke Amerika Serikat.
Walaupun saat ini tarif tersebut tengah dihentikan sementara atau jeda selama 90 hari.
Indonesia yang merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini telah tumbuh stabil sekitar 5 persen selama beberapa tahun terakhir.
Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati baru-baru ini mengatakan tarif dari AS dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi sebesar 0,3 hingga 0,5 persen.
Saat ini, Indonesia sedang dalam proses negosiasi kesepakatan dagang dengan Washington.
Dari 26 ekonom yang disurvei Reuters pada 14–21 April, semua kecuali dua orang memprediksi Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga reverse repo 7-hari di level 5,75 persen pada Rabu ini.
Suku bunga fasilitas simpanan dan pinjaman overnight juga diperkirakan tetap di 5,00 persen dan 6,50 persen.
"Karena nilai tukar USD/IDR melonjak tajam setelah libur Idul Fitri, kami meragukan Bank Indonesia akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan April," kata Brian Tan, ekonom regional senior di Barclays.
"Namun demikian, kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi semakin mendesak akibat perlambatan belanja pemerintah dan perkembangan terbaru terkait tarif dari AS."
Sementara, para ekonom memprediksi Bank Indonesia kemungkinan menurunkan suku bunga acuannya 25 basis poin menjadi 5,50 persen pada kuartal ini, dan turun lagi menjadi 5,25 persen pada kuartal ketiga.
Suku bunga ini kemudian diperkirakan akan tetap bertahan hingga akhir 2025.
Artikel Terkait
Jerome Powell Tegaskan The Fed Tak Terburu-buru Pangkas Suku Bunga, Trump Beri Tekanan
Selandia Baru Turunkan Suku Bunga untuk Pemulihan Ekonomi, Sementara BI Tetap Bertahan di 5,75 Persen