Beberapa isu utama yang dibawa Indonesia dalam negosiasi meliputi akses pasar ke AS dengan tarif kompetitif, deregulasi, kuota impor, perizinan, dan peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).
Baca Juga: Janji Besar Prabowo untuk Perdana Menteri Fiji: Beasiswa, Pertanian hingga Latihan Militer Bersama
Melibatkan Sektor Swasta
Dalam rangka memperkuat posisi tawar, pemerintah juga membuka ruang komunikasi dengan pelaku usaha dan asosiasi bisnis, termasuk Amazon, Microsoft, Boeing, dan Google.
Dialog ini diharapkan memperkaya perspektif dan menyelaraskan kepentingan ekonomi lintas sektor.
"Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa kepentingan Indonesia terwakili dengan baik dalam negosiasi, sekaligus memperkuat hubungan bilateral RI-AS ke depan," tutup Airlangga.
Pembahasan teknis akan berlangsung dalam dua minggu ke depan.
Pertanyaannya kini: sejauh mana Indonesia mampu menjaga kedaulatan dagangnya dalam negosiasi yang strategis ini?***
Artikel Terkait
Kebijakan Donald Trump Makin Aneh, Kenakan Tarif Dagang Tinggi di Pulau Tanpa Manusia dan Dihuni Pengiun
Prabowo Akan Berunding dengan Amerika Soal Tarif Dagang Donald Trump
GMNI Jakarta Raya Demo Kedubes Amerika Serikat Soal Tarif Dagang Trump, Teriakan 'Go To Hell With Your Tarif' Menggema
10 Hasil Negosiasi Tarif Dagang Indonesia dengan AS: Siapkan Paket Deregulasi
Beda Sikap dengan Xi Jinping, Demi Tarif Trump Indonesia 'Obral' Kesepakatan yang Bikin AS Menang Banyak