D15a diperkirakan lebih stabil karena posisinya masih menempel di pesisir Antartika dekat pangkalan Davis milik Australia.
Meski saat ini masih tercatat sebagai gunung es terbesar kedua, A23a diprediksi akan terus pecah menjadi potongan kecil dalam beberapa minggu ke depan, hingga akhirnya hilang dari pemantauan satelit.
Faktor Iklim dan Dampak Ekologis
Meijers menegaskan bahwa pecahnya gunung es adalah proses alami. Namun, pemanasan air laut dan datangnya musim semi di belahan Bumi selatan mempercepat keruntuhan A23a.
Lebih jauh, data menunjukkan lapisan es Antartika telah kehilangan triliunan ton es dalam beberapa dekade terakhir, sebagian besar dipicu oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia.
Jika tren ini berlanjut, kenaikan permukaan laut bisa menjadi ancaman serius bagi banyak wilayah pesisir dunia.
Baca Juga: Main Domino Bareng Tersangka Pembalakan Liar, Raja Juli Ngaku Baru Tahu Setelah Viral
Peneliti dari kapal riset kutub RRS Sir David Attenborough mengumpulkan sampel di sekitar A23a untuk meneliti dampaknya.
Pelepasan air tawar dalam jumlah besar akibat mencairnya megaberg ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem laut, termasuk organisme di dasar laut.
Selain itu, keberadaan gunung es besar di sekitar South Georgia diperkirakan akan semakin sering terjadi seiring meningkatnya suhu global.
Hal ini membuat penelitian terhadap megaberg seperti A23a menjadi krusial untuk memahami hubungan antara es, arus laut, dan iklim dunia.***