Baca Juga: Profil Eks Kasum TNI Bambang Ismawan Rangkap 2 Jabatan: Komisaris Utama dan Independen Bukit Asam
Berdasarkan rekaman video yang beredar, pesawat tampak terbang dengan ketinggian rendah di atas hunian masyarakat lokal.
Data akhir yang dikirimkan menunjukkan pesawat mencapai ketinggian 190 meter di atas permukaan.
Selanjutnya, pesawat terus-menerus turun dan tertutup oleh pepohonan dan bangunan, sebelum ledakan besar muncul di cakrawala.
"Tak ada waktu baginya [pilot] untuk bereaksi jika kedua mesin tak berfungsi," kata seorang pilot kepada BBC, dikutip pada Jumat, 13 Juni 2025.
Baca Juga: Beda Laptop Chromebook dengan Windows, Demi Digitalisasi Harga Terbang Tak Masuk Akal
Pesawat kemudian menabrak area hunian masyarakat. Komplek perumahan padat mengalami kerusakan, termasuk rumah sakit dan beberapa gedung perkantoran.
Spekulasi Kerusakan 2 Mesin
Dalam video yang beredar, pesawat tampak kesulitan mencapai ketinggian di udara. Spekulasi sementara merujuk pada kurangnya dorongan atau tenaga dari mesin.
Salah satu penyebab yang sudah ramai menjadi spekulasi di antara para pakar aviasi adalah kemungkinan kerusakan kedua mesin yang sangat jarang terjadi.
Baca Juga: Pengakuan Ibrahim Arief soal Laptop Chromebook ke Kemendikbudristek Era Nadiem Makarim
Sebagai informasi, kegagalan 2 mesin sekaligus sangat jarang terdengar.
Seorang pilot senior mengatakan kepada BBC bahwa kerusakan 2 mesin sekaligus bisa terjadi karena adanya kontaminasi bahan bakar atau penyumbatan.
Mesin pesawat bertumpu pada sistem pengukuran bahan bakar yang presisi. Jika sistem itu terblokir, hal ini bisa memicu kekurangan bahan bakar dan mesin mati.
Baca Juga: Tiket Konser G Dragon 26 Juli Ludes, Jangan Nangis, Nambah Satu Hari Lagi Nih, Cek Jadwal Presale