Ia menyebut gencatan senjata sebagai tuntutan utama Lebanon sejak awal konflik.
Baca Juga: Australia Amankan Pasokan Pupuk dari Indonesia di Tengah Krisis Global
Dalam pernyataannya di platform X, Salam menyebut kesepakatan ini sebagai sebuah pencapaian.
Tidak lupa ia menyampaikan belasungkawa kepada para korban serta dukungan kepada mereka yang terluka dan mengungsi.
Ia juga mengapresiasi peran berbagai pihak internasional yang turut mendorong tercapainya kesepakatan.
Baca Juga: Diperkuat Sang Mantan, Bojan Hodak Waspadai Kebangkitan Dewa United: Akan Jadi Pertandingan Sulit!
Termasuk AS, Prancis, Uni Eropa, serta negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Mesir, Qatar, dan Yordania.
Meski demikian, tantangan masih membayangi implementasi gencatan senjata.
Terutama karena tidak semua pihak yang terlibat dalam konflik ikut dalam kesepakatan tersebut.***
Artikel Terkait
Indonesia Desak DK PBB Usut Tuntas Tewasnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Krisis Lebanon Makin Berbahaya, Indonesia dan 72 Negara Ingatkan Soal Minimnya Perlindungan Penjaga Perdamaian
3 Prajurit TNI Meregang Nyawa di Lebanon, Seskab Teddy Pastikan Tak Ada Rencana Indonesia Tarik Pasukan dari UNIFIL
Roket Hizbullah Hantam Pasukan Israel di Lebanon, 5 Tentara Zionis Luka Parah