Vance, seorang Katolik, memberikan pendapatnya pada acara Turning Point USA pada Selasa kemarin. Ia mengatakan, Paus harus "berhati-hati" ketika berbicara tentang teologi.
Baca Juga: Ponsel Raib di Bus TransJakarta, Jejak Pencopet Terlacak dari Mampang, Kuningan hingga Sekitar GBK
Vance juga mempertanyakan pemahaman Paus tentang teori "perang yang adil", yang menetapkan kriteria untuk konflik yang dapat dibenarkan secara moral dan dikembangkan selama berabad-abad oleh para pemikir Katolik.
Salah satu arsitek utama ajaran “perang yang adil” adalah Santo Agustinus dari Hippo, yang dihormati Leo saat berada di Aljazair.
Agustinus, seorang uskup pada akhir abad keempat dan awal abad kelima, adalah bapak spiritual ordo Agustinian di mana Paus adalah anggota dan mantan pemimpinnya.
Baca Juga: Geger Puluhan Ribu Lebah Serbu Kota di Israel, Ramai Dikaitkan dengan Pertanda Buruk
Trump Berselisih Lagi dengan Seorang Paus, Mengapa Kali Ini Berbeda?
Leo menekankan bahwa Agustinus masih merupakan “tokoh penting” melalui tulisan, ajaran, dan spiritualitasnya.
“Undangannya untuk mencari Tuhan dan kebenaran adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan saat ini,” kata Leo di dalam pesawat dari Aljir ke Yaoundé, Ibu Kota Kamerun.
Ia menunjukkan bahwa ingatan Agustinus dihormati di Aljazair, meskipun mayoritas penduduk Aljazair adalah Muslim.
Santo Agustinus, kata Paus, menawarkan gereja dan dunia sebuah visi yang mencakup perjuangan untuk membangun komunitas, untuk mencari persatuan di antara semua bangsa, dan menghormati semua bangsa, terlepas dari perbedaan.
Baca Juga: Wamenag Romo Singgung Pengumuman Waktu Puasa dan Lebaran 1 Pintu, Sinyal Larang Muhammadiyah?
Trump sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda ingin mundur dari perseteruannya pada Selasa malam, dengan mengatakan, memiliki bom nuklir di Teheran adalah "tidak dapat diterima".
“Bisakah seseorang memberi tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersenjata yang tidak bersalah dalam dua bulan terakhir, dan bahwa memiliki bom nuklir di Iran sama sekali tidak dapat diterima,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, melansir CNN, Kamis 16 April 2026.
Tidak jelas dari mana Trump mendapatkan angka tersebut.
Baca Juga: Pemain 'Buangan' Persija Ini Bongkar Rahasia Gol Spektakulernya ke Gawang Persita
Artikel Terkait
Geram Dikritik Paus Leo XIV soal Perang Iran, Trump Malah Bawa-bawa Nama Barack Obama
Paus Leo XIV Lawan Balik Trump: Saya Tidak Takut Bicara Lantang demi Damai!
Trump Viral Unggah Foto AI Jadi Yesus Usai Sebut Paus Leo XIV Lemah! Marjorie Taylor Greene: Ini Keterlaluan
Trump 'War' dengan Paus Leo XIV: Kalau Bukan Karena Saya, Dia Tak di Vatikan!
Trump vs Paus Leo XIV Makin Sengit! Sebut Iran Habisi 42 Ribu Orang