KONTEKS.CO.ID - Dunia politik Amerika Serikat kembali shook. Presiden Donald Trump resmi mencopot Pam Bondi dari jabatannya sebagai Jaksa Agung AS pada Kamis 2 April 2026.
Keputusan drastis ini muncul di tengah memanasnya tensi internal Departemen Kehakiman (DOJ) dan ketidakpuasan Trump terhadap performa Bondi yang dinilai kurang all-out.
Meskipun dalam pernyataan resminya Trump memuji Bondi sebagai sosok luar biasa, namun di balik layar, keduanya dikabarkan sempat terlibat percakapan "keras" sebelum pengumuman pencopotan ini mencuat ke publik.
Baca Juga: Arsya, Siswa SMK di Kudus Kirim Surat Terbuka ke Prabowo: Tolak MBG Demi Gaji Guru Honorer!
Pemicu Retaknya Hubungan: Kasus Jeffrey Epstein
Pencopotan ini nggak terjadi secara tiba-tiba. Salah satu alasan krusial yang bikin Trump frustrated adalah cara Bondi mengelola berkas kasus Jeffrey Epstein.
Lingkaran internal Trump merasa tidak puas dengan transparansi informasi terkait dokumen sensitif tersebut.
Tahun lalu, pernyataan Bondi sempat memicu chaos publik. Ia mengeklaim daftar klien Epstein ada di mejanya, namun kemudian Departemen Kehakiman membantah keberadaan daftar spesifik itu.
Klarifikasi Bondi yang menyebut dokumen itu hanyalah catatan penerbangan (flight logs) tampaknya belum cukup meredam kekecewaan sang Presiden.
Baca Juga: M Shadows cs Siap 'Bakar' JIS: Terbesar di Jakarta, Cek Harga Tiket Konser A7X
Kurang Agresif di Mata Trump
Selain urusan Epstein, Trump dikabarkan kecewa karena Bondi dianggap kurang "galak" dalam menyelidiki dan menuntut lawan-lawan politik pemerintah.
Beberapa upaya hukum terhadap tokoh oposisi justru gugur di pengadilan karena masalah teknis legalitas jaksa.
“Jaksa Agung Pam Bondi adalah sosok yang luar biasa dan dia melakukan pekerjaan dengan baik,” ujar Trump dalam pernyataan resminya, meski tindakan pencopotannya berbicara sebaliknya.
Bondi dikabarkan tetap akan diberikan posisi lain di masa depan, bahkan ada opsi dirinya bakal dicalonkan menjadi hakim sebagai bentuk "penghargaan" setelah meninggalkan Departemen Kehakiman.
Artikel Terkait
AS-Israel Bombardir Iran, MPR Isyaratkan Indonesia Tinggalkan BoP: Kapan Saja Kita Bisa Keluar!
Indonesia Bakal Keluar dari BoP? Ketua MPR Beri Sinyal Mengejutkan Usai Temui Prabowo
Gus Yahya: Manfaatkan BoP Peace untuk Dorong Perdamaian AS-Israel dan Iran
JK: Kalau Hanya Dukung Israel, Buat Apa Ada Dalam BoP?
Paijo Parikesit Soroti Isu BoP dan Perjanjian Dagang Indonesia AS: Awas Ada Gerakan Politik
Diplomasi Gaza atau Negosiasi Dagang? Institut Marhaenisme Pertanyakan Keterlibatan Indonesia di BoP
Dukung BoP, Institut Marhaenisme Kritik Ormas Islam yang Dinilai Kurang Kritis pada Pemerintah
Narasi Ikhtiar Indonesia di BoP Tak Punya Dasar Kuat
Pemerintah Hentikan Sementara Pembahasan BoP, Pengiriman 8.000 Personel TNI ke Gaza Ikut Ditunda
Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Pernah Janjikan Donasi USD 1 Miliar ke BoP