Kantor konsuler diwajibkan memasang bendera Amerika secara dominan agar publik asing sadar bahwa bantuan tersebut datang dari pemerintah AS.
Upaya masif ini muncul setelah AS dan Israel menuai kecaman hebat dari masyarakat dunia akibat agresi militer ke Iran yang dimulai akhir Februari lalu.
Baca Juga: Menaker Umumkan Aturan WFH Karyawan Swasta Hari Ini, Siap-siap Jumat Produktif dari Rumah
Meski Washington mengeklaim sentimen negatif ini adalah "propaganda sengaja" dari pihak asing, banyak pengamat menilai ini adalah reaksi spontan atas krisis kemanusiaan yang sedang terjadi.
Pihak Departemen Luar Negeri AS melalui Wamenlu Sarah B. Rogers menegaskan bahwa menanggulangi propaganda anti-Amerika adalah prioritas utama.
"Kami akan memanfaatkan sepenuhnya setiap alat dalam perangkat diplomasi kami," tegasnya.***
Artikel Terkait
Trump Ambisi Ingin 'Merampok' Jantung Minyak Iran, Seberapa 'Seksi' Pulau Kharg di Mata Amerika?
Trump Incar 450 Kg Uranium Iran: Siapkan Operasi Militer 'Gila' di Isfahan dan Natanz demi Amankan Debu Nuklir
Mulai Pusing Tagihan Membengkak, Trump Lirik 'Kantong' Negara Arab buat Bayar Biaya Perang Iran
Cari Dana Rp3.401 Triliun, Trump Minta Negara Arab Urunan Biayai Perang AS Melawan Iran
Hubungan Memanas! Arab Saudi dkk Desak Donald Trump Lanjutkan Perang Lawan Iran Demi Runtuhkan Rezim Khamenei
Trump Klaim Akhiri Perang dalam 2-3 Minggu: jika Iran Telah Kembali ke 'Zaman Batu' Kami Akan Pergi
Trump Spill Rencana Keluar dari Iran! Militer AS Bakal Cabut dalam 2-3 Pekan: Misi Cegah Nuklir Clear!
GMNI DKI Sentil Keras Prabowo: Lebih Patuh pada Trump dan Netanyahu daripada Jaga Kehormatan Prajurit!
Iran Dikepung 3 Kapal Induk Nuklir, Trump Kirim USS George HW Bush ke Timur Tengah
Sekonyong-konyong Trump Bilang Presiden Iran Masoud Pezeshkian Minta Gencatan Senjata!