KONTEKS.CO.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah laporan penutupan Selat Hormuz mencuat. Pemerintah China langsung angkat bicara.
Beijing mendesak seluruh pihak menghentikan operasi militer agar situasi tidak semakin tak terkendali, terutama karena jalur tersebut merupakan urat nadi perdagangan energi dunia.
Beijing Soroti Pentingnya Selat Hormuz
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa Selat Hormuz dan perairan di sekitarnya memiliki arti strategis bagi arus barang dan pasokan energi global.
Baca Juga: Eskalasi Iran-Israel Kian Memanas, WNI di Jerman Ini Pertimbangkan Mudik ke Indonesia
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers rutin awal pekan ini sebagai respons atas meningkatnya ketegangan menyusul serangan militer terhadap Iran yang dilakukan bersama oleh Amerika Serikat dan Israel.
Beijing mengingatkan bahwa gangguan di jalur tersebut berpotensi memicu dampak luas, tidak hanya bagi kawasan, tetapi juga ekonomi global.
Seruan Hentikan Operasi Militer
Dalam pernyataannya, Mao Ning mendesak semua pihak terkait segera menghentikan langkah-langkah militer yang dapat memperburuk keadaan.
Menurutnya, peningkatan ketegangan hanya akan memperbesar risiko konflik terbuka dan mengancam stabilitas jalur pelayaran internasional.
Seruan ini menegaskan posisi China yang mendorong deeskalasi dan penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Laporan Penutupan Selat Hormuz
Sebelumnya, sejumlah media Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam telah menutup Selat Hormuz untuk aktivitas pelayaran.
Langkah itu disebut sebagai respons atas serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Jalur laut yang menjadi penghubung utama ekspor minyak dan gas dari Teluk Persia tersebut dinyatakan tidak aman.
Baca Juga: Iran Blokade Selat Hormuz, Ancam Bakar Kapal yang Nekat Melintas: Kami Takkan Biarkan Setetes Minyak pun Keluar!
Jika benar terjadi, penutupan ini berpotensi mengganggu distribusi energi global. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur vital bagi sebagian besar ekspor minyak mentah dunia.
Dampak Global Mengintai
Setiap ketidakstabilan di Selat Hormuz hampir selalu berdampak pada harga minyak dan gas internasional.
Gangguan distribusi energi dapat memicu lonjakan harga, tekanan inflasi, hingga ketidakpastian pasar global.
Sikap China yang meminta penghentian operasi militer menunjukkan kekhawatiran atas potensi efek domino dari konflik yang melibatkan kekuatan besar tersebut.***
Artikel Terkait
Dubes Iran di Jakarta Spill Fakta: Sebut Figur Reza Pahlavi Tak Laku di Mata Rakyat Iran
Eskalasi Iran-Israel Kian Memanas, WNI di Jerman Ini Pertimbangkan Mudik ke Indonesia
Kedubes AS di Riyadh Diserang Drone, Trump Batal Serang Iran dengan Pasukan Darat: Pengecut?
Perang Iran vs AS-Israel Guncang Stabilitas Global, DPR Dorong Indonesia Aktif Lewat PBB dan OKI
Iran Spill The Tea! Respons Diplomatis Soal Desakan RI Keluar dari Board of Peace Trump