Sebelum dikawal keluar dengan tangan terborgol, Maduro merespons bahwa dirinya adalah "presiden yang diculik" dan "tahanan perang."
Baca Juga: Prabowo kepada Pengejek MBG: Hei Orang-orang Pinter yang ngejek, Lihatlah dengan Mata dan Hatimu
Di markas besar PBB, duta besar Venezuela, Samuel Moncada, mengecam keras tindakan AS yang disebutnya sebagai serangan bersenjata tanpa pembenaran hukum. Namun, pihak Amerika Serikat tetap pada pendiriannya.
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyatakan cadangan energi terbesar di dunia tidak boleh berada di tangan pemimpin yang disebut sebagai "buronan keadilan."
Waltz menegaskan operasi penangkapan tersebut merupakan langkah penegakan hukum untuk menjaga keamanan nasional.
Meski operasi ini didukung Ketua DPR AS Mike Johnson, kritik tajam muncul dari Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer.
Setelah menerima arahan klasifikasi di Capitol Hill, Schumer menyebut rencana AS di Venezuela masih sangat samar.
"Setiap kali Amerika Serikat melakukan perubahan rezim dan apa yang disebut sebagai pembangunan bangsa, hal itu selalu berakhir merugikan AS sendiri," tegas Schumer.
Baca Juga: InJourney Catat 10,2 Juta Penumpang Selama Libur Natal dan Tahun Baru
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan minyak AS akan segera masuk ke Venezuela untuk memperbaiki infrastruktur. Namun, di lapangan, sekutu Maduro tampak tetap memegang kendali pemerintahan di bawah kepemimpinan Rodriguez.
Menanggapi situasi ini, Presiden Interim Rodriguez memberikan sinyal keterbukaan yang hati-hati terhadap Washington.
"Kami mengundang pemerintah AS untuk berkolaborasi dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama dalam kerangka hukum internasional," ungkapnya.
Baca Juga: Tak Semua Sayur Aman Dikonsumsi Berlebihan, Ini Daftarnya dan Penjelasannya
Proses hukum terhadap Nicolas Maduro di New York dijadwalkan akan berlanjut pada sidang berikutnya yang ditetapkan pada 17 Maret mendatang.***
Artikel Terkait
Maduro Diciduk AS, Venezuela Chaos: Trump Klaim Delcy Rodriguez Jadi Presiden Sementara
Pertamina Tegaskan Aset Minyak di Venezuela Aman dan Tidak Terdampak Serangan Amerika Serikat
Purbaya Soroti Serangan AS ke Venezuela: Hukum Dunia Terasa Aneh, PBB Dinilai Melemah
Perdagangan Indonesia-Venezuela Ternyata Mencetak Surplus, Sabun dan Suku Cadang Jadi Andalan