KONTEKS.CO.ID - Sebanyak empat orang tewas dan puluhan lainnya dinyatakan hilang akibat banjir bandang menyapu sebuah desa di India utara. Jumlah korban jiwa kemungkinan masih dapat bertambah.
Banjir di Himalaya disebabkan oleh hujan deras, yang biasa terjadi selama musim hujan Juni-September di negara itu.
Video yang disiarkan di media India pada hari Selasa menunjukkan gelombang air berlumpur yang mengerikan menyapu bangunan-bangunan di desa Dharali, negara bagian Uttarakhand.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Beijing, 44 Orang Tewas dan 9 Lainnya Masih Hilang
Beberapa orang terlihat berlarian sebelum tersapu oleh gelombang puing gelap yang merobohkan seluruh bangunan bertingkat.
Sebagian besar desa terendam oleh puing-puing yang dalam. Di beberapa tempat, lumpur menggenangi atap rumah-rumah.
"Empat orang tewas dan banyak lagi yang telah diselamatkan sejauh ini, kata administrator distrik Uttarkashi, Prashant Arya, kepada media lokal.
“Tanah longsor besar melanda Desa Dharali di daerah Kheer Gad dekat Harsil, memicu aliran puing dan air yang tiba-tiba melewati pemukiman tersebut,” kata Angkatan Darat India dalam sebuah postingan di X.
Tim dari tentara dan pasukan tanggap bencana telah tiba di daerah tersebut, kata otoritas setempat, dengan para pekerja berusaha menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah puing-puing dan lumpur.
Otoritas Manajemen Bencana Nasional India mengatakan telah meminta tiga helikopter dari pemerintah federal untuk membantu operasi penyelamatan dan bantuan, karena tim penyelamat kesulitan mengakses daerah terpencil tersebut.
Baca Juga: Banjir Bandang Texas Telan 104 Nyawa, Termasuk Anak-anak, di Mana Sistem Peringatan?
Departemen Meteorologi India mengeluarkan peringatan siaga merah untuk daerah tersebut, dan mencatat curah hujan "sangat deras" sekitar 21 cm (8 inci) di wilayah-wilayah terpencil di Uttarakhand. Badan tersebut juga memperkirakan akan terjadi hujan lebat lagi di wilayah tersebut dalam beberapa hari mendatang.
Pihak berwenang telah meminta sekolah-sekolah untuk tetap ditutup di beberapa distrik, termasuk kota Dehradun dan Haridwar.
Artikel Terkait
Banjir Bandang di Probolinggo, Dua Jembatan Putus Hingga Ratusan Warga Terisolir
Banjir Bandang dan Tanah Longsor Menghantam Cisarua, Menyisakan Kerusakan Parah dan Ratusan Jiwa Terdampak
Banjir Bandang Texas Hill Country, 27 Tewas dan Puluhan Hilang
Banjir Bandang Texas Telan 104 Nyawa, Termasuk Anak-anak, di Mana Sistem Peringatan?
Banjir Bandang Terjang Beijing, 44 Orang Tewas dan 9 Lainnya Masih Hilang