KONTEKS.CO.ID - Tiap kali Takhta Suci Vatikan kosong, seluruh dunia menanti asap putih dari Kapel Sistina.
Tapi, tahukah Anda apa sebenarnya yang terjadi di balik tembok tebal itu?
Inilah kisah lengkap konklaf — ritual sakral, misterius, dan penuh strategi untuk memilih pemimpin umat Katolik sejagat.
Apa Itu Konklaf?
Kata konklaf berasal dari bahasa Latin ‘cum clave’, yang berarti ‘dengan kunci’.
Artinya para kardinal benar-benar dikunci di satu tempat — tidak boleh keluar, tidak boleh kontak dunia luar — sampai mereka sepakat siapa yang layak menjadi Paus berikutnya.
Lokasi Super Sakral
Konklaf selalu diadakan di Kapel Sistina, di bawah tatapan megah lukisan Hari Kiamat karya Michelangelo.
Ini bukan dekorasi biasa — lukisan itu jadi pengingat kuat: ini keputusan sakral, jangan salah pilih.
Siapa yang Ikut?
Peserta konklaf adalah maksimal 120 kardinal dari seluruh dunia, yang usianya di bawah 80 tahun.
Mereka datang membawa harapan umat, tapi juga aliansi, strategi, dan agenda. Meski secara teori, semua datang ‘netral’.
Sebelum Dikunci
Sebelum dikurung, para kardinal mengikuti Misa Pro Eligendo Papa, yaitu misa untuk memohon bimbingan Tuhan.
Lalu, mereka bersumpah untuk menjaga kerahasiaan.
Jika melanggar? Hukuman berat — bisa dikucilkan dari Gereja.
Suasana di Dalam
Tidak ada HP, email atau pesan, kamar sederhana, tanpa kemewahan, dijaga ketat Garda Swiss.
Di dalam, hanya ada doa, diskusi, dan menunggu ilham Tuhan turun.
Artikel Terkait
Paus Fransiskus Dimakamkan Sabtu di Basilika Santa Maria Maggiore
Cerita Jam-Jam Terakhir Paus Fransiskus dan Rasa Syukur Kembali ke Lapangan Santo Petrus