• Sabtu, 18 April 2026

11 Warga Padarincang yang Protes Peternakan Ayam Ditangkap Polda Banten, Polisi Disebut Dobrak Rumah Hingga Todongkan Senjata Api

Photo Author
Lopi Kasim, Konteks.co.id
- Selasa, 11 Februari 2025 | 12:05 WIB
TAUD dan WALHI mengecam penangkapan brutal warga Kampung Cibetus, Kecamatan Padarincang oleh Polda Banten (Dok WALHI)
TAUD dan WALHI mengecam penangkapan brutal warga Kampung Cibetus, Kecamatan Padarincang oleh Polda Banten (Dok WALHI)

KONTEKS.CO.ID - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) dan WALHI mengecam keras penangkapan dan dugaan kekerasan oleh aparat dari Polda Banten terhadap masyarakat dan santri di Kampung Cibetus, Kecamatan Padarincang, Banten.

Sebanyak 11 orang warga ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. Diduga, karena mereka memprotes keberadaan kandang ternak ayam milik PT Sinar Ternak Sejahtera (STS).

TAUD dan WALHI dalam keterangannya menyebutkan, puluhan polisi dari Polda Banten menggeruduk dan mendobrak rumah warga.

Baca Juga: KPK Telaah Dugaan Korupsi Jampidsus Febrie, Jaksa Agung Jangan Rintangi Kerja Penyidik

Mereka melakukan hal itu tanpa menunjukkan surat tugas dan menjelaskan duduk perkara dan menangkap warga, pada Jumat, 7 Februari 2025 pukul 00.30 WIB.

"Bahkan pada saat kejadian berlangsung sejumlah anggota polisi sempat menodongkan senjata api kepada masyarakat," ujar perwakilan TAUD dalam keterangan tertulis, Selasa 11 Februari 2025.

Tidak hanya memasuki rumah warga tanpa dasar yang jelas, polisi juga disebut membombardir pondok pesantren tradisional dan menangkap beberapa santri di dalamnya yang sedang beristirahat.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Lapor SPT Tahunan melalui e-Filing

Tindakan tersebut, lanjut keterangan itu, menimbulkan trauma di Masyarakat Kampung Cibetus, Kecamatan Padarincang, Banten. Hingga kini, situasi di kampung masih mencekam.

"Karena masih banyak anggota polisi dengan jumlah yang masif dan dipersenjatai dengan senjata lengkap yang masih berkeliaran di Kampung Cibetus," katanya.

Menurut TAUD, polisi melakukan intimidasi terhadap warga Cibetus agar membuat pernyataan palsu.

Video tentang penangkapan oleh polisi yang disebarkan oleh warga adalah narasi bohong.

Baca Juga: Puluhan Warga Padarincang Demo Polda Banten, Tuntut Polisi Bebaskan Santri Hingga Kiai yang Ditangkap

Deputi Eksternal Eksekutif Nasional WALHI, Mukri Friatna mengatakan, seorang ustaz bernama Evi telah membuat video klarifikasi.

"Klarifikasi, video yg ada di medsos itu tidak benar terkait penangkapan pembakaran kandang ayam. Ternyata kampung saya baik-baik saja,” ujar Evi dalam video.

Video 1 menit 26 detik itu menunjukkan bangunan rumah yang tampak kotor dan rusak di beberapa bagian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lopi Kasim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X