KONTEKS.CO.ID - Presiden Indonesia Prabowo Subianto membatalkan rencana kunjungan ke China, seiring dengan meluasnya aksi protes selama beberapa hari terakhir di luar ibu kota Jakarta, dengan sejumlah gedung DPRD daerah dibakar massa.
Prabowo sebelumnya dijadwalkan menghadiri parade Hari Kemenangan di China pada 3 September untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, setelah Jepang secara resmi menyerah.
Protes yang menjadi ujian besar pertama bagi pemerintahan Prabowo yang baru berusia hampir setahun itu, bermula di Jakarta awal pekan ini terkait gaji anggota DPR, dan semakin memburuk setelah sebuah kendaraan polisi menabrak hingga menewaskan pengendara motor.
Baca Juga: PSHK: Presiden Prabowo Harus Evaluasi Aparat, Bukan Salahkan Rakyat
“Presiden ingin terus memantau langsung situasi di Indonesia… dan mencari solusi terbaik,” kata juru bicara kepresidenan Prasetyo Hadi dalam sebuah pernyataan video pada Sabtu 30 Agustus 2025.
“Oleh karena itu, presiden menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah China karena tidak bisa hadir.”
Pertimbangan lain dalam pembatalan kunjungan tersebut, menurut Prasetyo, adalah agenda Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang.
Baca Juga: Tak Ada Lagi Toleransi, Prabowo Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Tindak Tegas Massa Demo Anarkis
Seiring dengan meluasnya protes, aplikasi video pendek TikTok, yang dimiliki ByteDance asal China, pada Sabtu mengumumkan telah menangguhkan fitur siaran langsung di Indonesia untuk beberapa hari.
Pemerintah Indonesia pekan ini juga memanggil perwakilan platform media sosial.
Termasuk Meta Platforms Inc dan TikTok, untuk meminta peningkatan moderasi konten karena maraknya penyebaran disinformasi di internet.
Pemerintah menyebut disinformasi tersebut turut memicu aksi protes.
Baca Juga: Aktivis 98: Pidato Prabowo Gagal Redam Krisis, DPR Tetap Pongah
Pada Sabtu sebelumnya, para demonstran dilaporkan membakar gedung DPRD di tiga wilayah, yakni Nusa Tenggara Barat, Kota Pekalongan di Jawa Tengah, dan Kota Cirebon di Jawa Barat, menurut laporan media lokal.