nasional

KPK Gali Keterangan 11 Saksi Soal Aliran Dana CSR Bank Indonesia, 9 Orang Mangkir

Senin, 28 Juli 2025 | 15:31 WIB
Penyidikan KPK terhadap kasus dugaan korupsi Dana CSR Bank Indonesia. (Instagram @bank_indonesia)

KONTEKS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 11 orang terkait kasus dana Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) atau Corporate Social Responsibility (CSR) BI.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, penyidik menggali keterangan terkait aliran uang dana program tersebut ke yayasan milik penyelenggara negara.

Dikatakan Budi, tim penyidik memeriksa 11 orang tersebut sebagai saksi pada Kamis, 24 Juli 2025.

Baca Juga: Kubu Roy Suryo Sebut Jokowi Playing Victim, Tunjukkan Ijazah Asli Kasus Selesai!

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Kepolisian Resor Kota Cirebon," kata Budi Prasetyo kepada wartawan, Senin, 28 Juli 2025.

Adapun, para Saksi yang telah diperiksa, yakni Abdul Mukti selaku Ketua Yayasan Al Firdaus Warujaya Cirebon, Mohamad Mumin selaku Ketua Yayasan Abhinaya Dua Lima, Ida Khaerunnisah selaku Ketua Yayasan Al Fairuz Panongan Palimanan tahun 2020-sekarang.

Kemudian, Sudiono selaku Ketua Yayasan Alkamali Arya Salingsinhan, Jadi selaku Ketua Yayasan Al Munaroh Sembung Panongan tahun 2022-sekarang, Nia Nurrohman selaku Ketua Yayasan Al Fadila Panongan Palimanan.

Baca Juga: Siapa Istri Baru Riza Chalid? Diduga Nikahi Kerabat Sultan Malaysia, Jadi Keluarga Kerajaan?

Lalu, Deddy Sumedi selaku Ketua Yayasan Guyub Berkah Sejahtera dan Staf Bapenda kabupaten Cirebon, Ali Jahidin selaku Ketua Pengurus Yayasan As Sukiny dan Guru SMPN 2 Palimanan Kabupaten Cirebon.

Selanjutnya, Eka Kartika selaku ibu rumah tangga, Sundari Meina Shinta selaku Notaris, dan Debby Puspita Ariestya selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

"Para saksi didalami terkait aliran uang yang mengalir ke yayasan milik penyelenggara negara," kata Budi.

Dalam pemanggilan, 9 orang saksi lainnya mangkir, yakni Soedjoko Bin Soekendra selaku wiraswasta, Yeti Rusyati selaku mengurus rumah tangga, Sri Rezeki selaku PPAT, Akhmad Sugianto selaku pensiunan.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp16.360 per Dolar, Apa yang Terjadi di Balik Anjloknya Mata Uang RI?

Lalu, Hevy Haviyanti selaku mengurus rumah tangga, Dedi Selamet selaku karyawan swasta, Suyati selaku karyawan swasta, Panji Haidwiguno selaku wiraswasta, dan Leni Djamaludin selaku mengurus rumah tangga.

Halaman:

Tags

Terkini