• Sabtu, 18 April 2026

Bahlil Hapus Pengecer, Jadi Pemicu Kegaduhan Gas 3 Kg

Photo Author
Eko Priliawito, Konteks.co.id
- Rabu, 5 Februari 2025 | 18:45 WIB
Warga Kampung Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, gelar protes karena kelangkaan gas 3 kg.
Warga Kampung Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, gelar protes karena kelangkaan gas 3 kg.

Tapi Bahlil justru berani ambil langkah yang bukan kebijakan Prabowo. Nekad, dia melarang pengecer menjual elpiji.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad justru yang mengungkap kalau kebijakan pelarangan itu bukan berasal dari Presiden Prabowo.

"Sebenarnya ini bukan kebijakan dari Presiden untuk kemudian melarang kemarin itu, tapi melihat situasi dan kondisi, tadi Presiden turun tangan," tuturnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2025.

"Untuk menginstruksikan agar pengecer bisa berjualan kembali sambil kemudian pengecer itu dijadikan sub pangkalan, administrasi segala macamnya bisa sambil berjalan saja," ujarnya.

Baca Juga: Kisah Pilu Istri Korban Tewas Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi: Suami ke Luar Mobil Hingga Dihamtam Truk dari Belakang

Bahlil memang kerap menyampaikan pernyataan yang salah. Dan kali ini, buntutnya menjadi kisruh dan menyebabkan keresahaan di masyarakat.

Kekisruhan itu berawal saat pengecer dilarang menjual gas subsidi. Ketum Partai Golkar itu mengatakan kalau pemerintah sedang merancang aturan agar status para pengecer bisa diubah menjadi pangkalan supaya masyarakat bisa mendapatkan harga yang sesuai saat membeli langsung di pangkalan.

"Itulah kemudian kami berpikir bahwa harus masyarakat kita bagaimana mensosialisasikan ini, untuk ngambilnya jangan di pengecer, tapi di pangkalan. Supaya apa? Harganya tidak mahal, harganya sesuai dengan apa yang diatur oleh pemerintah,” katanya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Eko Priliawito

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X