• Sabtu, 18 April 2026

Tim SAR Temukan Korban Pesawat ATR 42-500 di Jurang Gunung Bulusaraung

Photo Author
Lopi Kasim, Konteks.co.id
- Minggu, 18 Januari 2026 | 17:25 WIB
Tim SAR temukan seorang korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung.  (Foto: Basarnas)
Tim SAR temukan seorang korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. (Foto: Basarnas)


KONTEKS.CO.ID - Seorang korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari puncak.

Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar mengatakan, korban yang ditemukan tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Tim SAR, kata dia, menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 14.20 WITA.

Baca Juga: Mahfud MD Kembali Bela Pandji Pragiwaksono, Jelaskan Makna ‘Menodai Agama’ dalam UU, Beri Contoh Sikap Gus Dur

"Telah ditemukan satu korban dengan jenis kelamin laki-laki, di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang berlangsung proses evakuasi," ungkap Arif dalam keterangan tertulis, Minggu 18 Januari 2026.

Dikatakan Arif, proses pencarian dan evakuasi berlangsung dalam kondisi medan ekstrem dan cuaca yang sangat buruk.

"Sejak pagi hari, tim SAR menghadapi cuaca hujan lebat dan kabut tebal dengan jarak pandang terbatas sekitar lima meter di puncak," kata dia.

"Hal ini berdampak pada pergerakan tim, termasuk sempat terjadi pembatalan penurunan vertikal demi keselamatan personel," imbuhnya.

Selain itu, tim SAR juga telah menemukan serpihan pesawat berupa bagian rangka dan kursi.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Air Pagi Hari, 7 Manfaat Minum 1 Liter Sebelum Jam 9

"SRU 3 juga menemukan sejumlah serpihan pesawat berupa bagian rangka dan kursi, serta mengidentifikasi lokasi mesin pesawat berdasarkan laporan visual dari lapangan," ujarnya.

Kronologi Hilangnya Pesawat

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menerima laporan hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT pada Sabtu siang, 17 Januari 2026. Pesawat tersebut dioperasikan maskapai Indonesia Air Transport (IAT).

Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 itu tengah menjalani penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta (JOG) menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG). Pesawat dikemudikan oleh Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Kontak terakhir terjadi saat pesawat mendekati wilayah Sulawesi Selatan sebelum akhirnya komunikasi terputus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lopi Kasim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X