• Sabtu, 18 April 2026

Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo Dorong Akses Pendidikan Inklusif: Ini Terobosan yang Berani

Photo Author
Rizki Adiputra, Konteks.co.id
- Selasa, 13 Januari 2026 | 05:03 WIB
Presiden Prabowo Subianto resmikan 166 unit Sekolah Rakyat secara serentak (Foto: BPMI Setpres RI)
Presiden Prabowo Subianto resmikan 166 unit Sekolah Rakyat secara serentak (Foto: BPMI Setpres RI)

KONTEKS.CO.ID - Pemerintah resmi memperluas jangkauan pendidikan alternatif bagi masyarakat rentan.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia, sekaligus menandai babak baru upaya negara memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang inklusif.

Peresmian dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026 dan diikuti secara serentak dari berbagai daerah.

Baca Juga: Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan Rp123 T: Kilang Terbesar RI, Kapasitas Naik Jadi 360 Ribu Barel

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Prabowo dalam mendorong pemerataan pendidikan bagi kelompok masyarakat yang selama ini sulit menjangkau layanan pendidikan formal.

Rangkaian acara peresmian dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta.

Presiden Prabowo kemudian menyaksikan langsung penampilan baris-berbaris siswa Sekolah Rakyat yang tertata rapi dan penuh disiplin, menampilkan semangat dan kepercayaan diri para peserta didik.

Acara dilanjutkan dengan pemutaran video bertajuk Manifesto Sekolah Rakyat yang menggambarkan nilai, visi, dan cita-cita pendidikan berbasis keberpihakan pada kelompok rentan.

Setelah itu, para siswa menampilkan pertunjukan teatrikal yang merefleksikan perjalanan hidup serta harapan mereka terhadap masa depan melalui pendidikan.

Di sela pertunjukan, perwakilan siswa Sekolah Rakyat menyerahkan sebuah novel hasil karya para siswa kepada Presiden Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Klaim Program MBG Sudah Dinikmati 58 Juta Orang: Not Bad Kan?  

Momen tersebut menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pengembangan kreativitas dan ekspresi peserta didik.

Kebanggaan Presiden semakin terlihat saat empat siswa Sekolah Rakyat tampil menyampaikan pidato dalam empat bahasa asing, yakni bahasa Inggris, China, Jepang, dan Arab, menunjukkan pendekatan pendidikan yang berorientasi global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X