Sejak mulai beroperasi, rumah sakit tersebut telah memberikan lebih dari 12.000 layanan medis, melakukan lebih dari 5.200 tindakan operasi, serta menyediakan lebih dari 6.500 sesi fisioterapi.
Selain itu, sebanyak 26 pasien dari Gaza telah menerima bantuan pemasangan anggota tubuh prostetik.
Selama hampir dua tahun berturut-turut, fasilitas kemanusiaan ini telah melayani lebih dari 7.700 pasien, melaksanakan lebih dari 2.700 operasi dari berbagai spesialisasi, serta memberikan lebih dari 3.000 sesi fisioterapi.
Program ini dijalankan di bawah arahan Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, sebagai simbol solidaritas bagi warga Gaza.
Baca Juga: Nama Dirut Terseret Dakwaan Kasus Pertamax Oplosan, Pertamina Patra Niaga Angkat Suara
Rumah sakit ini dioperasikan tenaga medis dan administratif UEA, dengan dukungan tim medis Indonesia yang membantu penanganan kasus-kasus kritis, terutama di bidang bedah dan fisioterapi.
Dalam perjalanannya, rumah sakit juga terus melakukan pengembangan layanan, termasuk pembukaan unit fisioterapi yang mampu melayani hingga 25 sesi setiap hari.
Direktur Rumah Sakit Apung UEA, Mohamed Saeed Al Shahi, menegaskan rumah sakit tersebut memainkan peran penting dalam memberikan layanan kesehatan modern bagi pengungsi Palestina.
“Berkat kerja keras tim medis kami dan fasilitas yang memadai, ribuan pasien telah mendapat perawatan dan ratusan operasi berhasil dilakukan,” ujarnya.
“Kami akan terus berupaya memberikan layanan terbaik demi meringankan penderitaan para korban,” ia menambahkan.
Selain pelayanan medis, rumah sakit ini juga menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial dan rekreasional untuk membantu memulihkan kondisi psikologis pasien, termasuk program hiburan untuk anak-anak.
Baca Juga: Daftar Lengkap UMP dan UMK 27 Daerah di Jawa Barat 2026, Bekasi Lebih Tinggi dari Jakarta
Selama setahun terakhir, fasilitas ini juga menerima kunjungan resmi dari berbagai delegasi medis dan kemanusiaan yang datang untuk melihat langsung proses layanan kesehatan yang diberikan.***
Artikel Terkait
Kontroversi Zhang Zhi Jie Kolaps Tidak Cepat Ditolong Tim Medis
Tim Medis Indonesia Gabung dengan RS Apung UEA di Al Arish, Dekat Perbatasan Gaza
Trauma Perang Gaza: 85.000 Tentara Israel Alami Gangguan Mental hingga Nekat Bunuh Diri
Kemeriahan Betlehem Merayakan Natal Terlihat Kembali untuk Pertama Kalinya Sejak Perang Gaza