Lalu Komjen Imam Sugianto, Kapolda Jawa Timur serta Komjen Wahyu Widada, jenderal angkatan ’91 dengan rekam jejak mumpuni.
Selain itu, muncul pula nama Irjen Rudi Darmoko, Kapolda NTT. Rudi disebut-sebut dekat dengan Presiden Prabowo lantaran sang ayah, Letkol Jumadi, pernah melatih Prabowo di Kopassus.
“Beliau digadang-gadang jadi kuda hitam karena punya kedekatan personal dengan Presiden,” kata seorang purnawirawan Polri.
Baca Juga: KPK Panggil Gubernur Ria Norsan: Korupsi Jalan Mempawah Menuju Pengungkapan Besar
Rivalitas Internal dan Restu Politik
Tak bisa dipungkiri, dinamika internal Polri dan restu politik akan sangat menentukan arah suksesi.
Sejumlah pihak menilai kubu Jenderal Sigit menyiapkan nama Irjen Suyudi Ario Seto, Kepala BNN yang baru dipromosikan. Dengan pangkat bintang tiga, Suyudi Atio Seto kini masuk hitungan kandidat.
Namun, dukungan politik dari parlemen dan kedekatan dengan lingkaran istana tak kalah penting. Integritas, rekam jejak, serta keberanian dalam menangani kasus besar diyakini bakal jadi pertimbangan utama Presiden.
Baca Juga: Begini Kronologi Bahlil Koreksi Purbaya: Salah Data atau Salah Paham Harga LPG 3 Kg?
Menunggu Kejutan dari Istana
Jenderal Listyo Sigit sudah menjabat lebih dari 4 tahun 7 bulan, periode terlama sejak reformasi.
Banyak kalangan menilai regenerasi di tubuh Polri sudah sangat mendesak. Bahkan, dalam forum internal, Kapolri sempat melontarkan pernyataan mengejutkan: “Kalau saya mundur, bagaimana?”
Spekulasi pun makin menguat bahwa masa jabatannya tak lama lagi. Melansir dari YouTube Tempo, berbagai sumber meyakini Presiden Prabowo akan mengumumkan nama Kapolri baru paling lambat awal 2026.***
Artikel Terkait
Tokoh Gerakan Nurani Bangsa Minta Kapolri Bebaskan Delpedro Dkk, Jenderal Listyo Sigit Singgung Soal Keputusan Penyidik
Ceramah di Mabes Polri, Begini Pesan Tegas Ustaz Abdul Somad untuk Kapolri dan Anak Buahnya
Kapolri Listyo Sigit Ungkap Alasannya Tak Mundur Meski Didemo Publik Saat Kerusuhan Agustus 2025
Kapolri Sigit Beberkan Tugas Tim Akselerasi Reformasi Polri, Selaras dengan Komite Reformasi Presiden
Presiden Harus Segera Copot Kapolri Listyo Sigit, GMNI Jakarta Selatan Beberkan Alasan Kedaruratannya