KONTEKS.CO.ID – Merespons kondisi Indonesia terkini, Rektor dan segenap sivitas akademika Universitas Padjadjaran (Unpad) mendeklarasikan Maklumat Makalangan.
Maklumat Makalangan sebagai sikap dan pandangan Unpad terhadap kondisi bangsa terkini dibacakan di Tugu Makalangan Unpad, Kampus Jatinangor, pada Kamis 4 September 2025 lalu.
“Saya dan kami semua di sini mewakili Universitas Padjadjaran yang terdiri dari pimpinan universitas, Senat Akademik, Dewan Guru Besar, Ikatan Alumni, para dosen, para tenaga kependidikan, dan teman-teman mahasiswa, untuk menyampaikan sikap dan pandangan kami terkait situasi yang terjadi belakangan ini,” kata Rektor Unpad, Prof Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, melansir Senin 8 September 2025.
Baca Juga: Polemik Ijazah Wapres Gibran yang Kini Digugat ke PN Jakpus, Roy Suryo Spill Sekolahnya
Dinamakan Maklumat Makalangan, kata dia, karena selain dibacakan di lokasi Tugu Makalangan, pintu gerbang Unpad Kampus Jatinangor, juga untuk mengambil semangat “makalangan”.
Yakni kata yang bermakna siap menghadapi tantangan. “Kami menyampaikan duka yang mendalam atas korban jiwa, luka, serta penderitaan yang dialami masyarakat dalam gelombang demonstrasi sejak 28 Agustus 2025 hingga hari ini. Kami juga menyesalkan terjadinya intimidasi dan tindakan represif, termasuk yang dialami oleh beberapa anggota sivitas akademika Unpad,” kata Rektor.
Menunjukan kebersamaan, Maklumat Padjadjaran dibacakan secara bergantian oleh Rektor Unpad, Ketua Senat Prof Ganjar Kurnia, Dewan Guru Besar Prof Susi Dwi Harijanti, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM Kema) Unpad Vincent Thomas, dan Sekjen Ikatan Alumni Unpad Yhodhisman Sorata.
Baca Juga: Subhan: Cukup 2 Bukti Buat Gibran Wajib Bayar Rp125 Triliun
“Kampus adalah ruang aman bagi kebebasan berpikir, nalar kritis, dan pembentukan moralitas bangsa. Ancaman terhadap kebebasan sivitas akademika adalah ancaman terhadap kebebasan akademik itu sendiri,” cetus Prof Susi Dwi Harijanti.
Prof. Ganjar Kurnia menegaskan, setiap bentuk intimidasi atau ancaman terhadap seorang anggota sivitas akademika Universitas Padjadjaran adalah ancaman terhadap seluruh Unpad.
“Unpad akan berdiri bersama, mengambil langkah hukum, advokasi dan dukungan penuh bagi korban. Solidaritas akademik kami adalah komitmen moral untuk menjaga martabat kemanusiaan, ruang ilmu, nalar kritis, dan marwah pendidikan tinggi Indonesia,” timpal Prof Ganjar Kurnia.
Baca Juga: Ribuan Ojol Batal Demo Desak Pencopotan Kapolda Metro, Bawa-Bawa Nama Presiden
Rektor Prof Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menegaskan, maklumat itu adalah komitmen Unpad guna memastikan kebebasan akademik dapat terus dijaga. Seluruh sivitas akademika Unpad bersama-sama dengan tegas menolak hal-hal yang tidak sesuai dengan hukum dan melanggar HAM.
Dalam hal ini ia mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama mencegah hal yang melanggar norma, serta menciptakan suasana kondusif di tengah krisis yang melanda Indonesia.
Artikel Terkait
Polisi Sebut Berkas Perkara Pemerkosaan Dokter Residen Unpad Sudah P21
Saingi ITB dan Unpad, Dua Perguruan Tinggi Ternama Dunia Bergabung Dirikan Kampus di Bandung
Kasus Mayor SS Jadi Bukti, TNI Ancam Tindak Penyebar Narasi Hoaks Demo Rusuh
Ferry Irwandi Bongkar Keanehan Demo Rusuh, Tak Ada Suplai Logistik dan Massa Tiba-Tiba Datang
Hasil Analisis SBY Melihat Masifnya Aksi Demo Sejak 25 Agustus 2025: Pesan Penting untuk Prabowo