KONTEKS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengetahui nama dari pemilik bilyet deposito senilai Rp28 miliar yang penyidik sita pada perkara dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Hal itu disampaikan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, melansir Selasa 8 Juli 2025. Tetapi dia menolak mengungkap nama atau identitas dari pemilik simpanan berjangka itu.
"Nanti kami sampaikan konstruksi perkaranya secara utuh pada waktunya nanti jika sudah lengkap (kasus EDC BRI)," kelit Budi di Gedung Merah Putih KPK.
Baca Juga: Anggaran Sekolah Rakyat Tembus Rp1,19 Triliun, Biaya Operasional Rp497 M: Ini Rinciannya
Sebagai informasi tambahan, bilyet deposito tersebut penyidik temukan saat melakukan penggeledahan pada dua kantor BRI di Jalan Jenderal Sudirman serta Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Pada penggeledahan itu, KPK ikut menemukan uang dalam bentuk rekening senillai Rp5,3 miliar.
"KPK juga menemukan sejumlah dokumen terkait pengadaan, catatan keuangan dan barang bukti elektronik lain," beber Budi pada Jumat 4 Juli 2025.
Baca Juga: Preview Fluminense Vs Chelsea, Semifinal Piala Dunia Antarklub 2025: Waspada Kejutan Wakil Brasil
Pada perkara ini, KPK melakukan pencegahan perjalanan ke luar negeri kepada 13 orang. Alasannya, penyidik membutuhkan keterangan dari 13 orang tersebut.
Salah satunya pihak yang dicekal adalah mantan Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto.
KPK juga sudah dua kali memeriksa Catur Budi Harto. Yakni, pada 26 Juni dan 4 Juli 2025. ***
Artikel Terkait
KPK Sita Bilyet Deposito Rp28 MiliarĀ Terkait Dugaan Korupsi Mesin EDC BRI
Biodata Profil Indra Utoyo, Dirut Allo Bank dan Tokoh Inovasi BUMN Dicekal ke LN, Terseret Korupsi Mesin EDC
KPK Segera Umumkan Nama Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan EDC BRI, Ada Inisial Direktur?
Geledah 5 Rumah dan 2 Kantor, KPK Sita Uang Rp5,3 Miliar dari Kasus Korupsi Pengadaan EDC BRI
Kebut Kasus Pengadaan Mesin EDC Bank BRI, KPK Kembali Garap Mantan Wadirut Catur Budi Harto