Ia menyarankan pemberian insentif nyata seperti diskon tarif tol, subsidi BBM, atau kemudahan kredit untuk kendaraan standar.
“Kalau ODOL tetap lebih untung, pelanggaran akan terus terjadi,” katanya.
Akbar menyebut insentif membuat kepatuhan menjadi pilihan rasional.
Kebijakan seperti ini akan mendorong pengusaha lebih sadar daripada takut.
Dengan kombinasi sanksi dan insentif, budaya tertib di sektor transportasi bisa tumbuh lebih cepat.
Baca Juga: Tragis! Anak Gajah Tewas Tertabrak Truk di Malaysia, Sang Induk Menolak Pergi
Sistem logistik nasional pun akan menjadi lebih aman dan kompetitif.
Truk ODOL selama ini disebut mempercepat kerusakan jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain itu, praktik ini menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat.***
Artikel Terkait
Truk Hantam Angkot di Purworejo, 11 Orang Tewas, Sopir Sudah Diamankan Polisi
Dump Truk Rem Blong Hantam Pikap dan Motor hingga Masuk Sungai, 4 Orang Tewas di Probolinggo!