KONTEKS.CO.ID - Raksasa energi global Shell plc mengumumkan akan menjual seluruh jaringan ritel bahan bakarnya di Indonesia kepada perusahaan patungan: Citadel Pacific Limited dan Grup Sefas dari Indonesia.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat, Shell Indonesia menyatakan transaksi tersebut mencakup seluruh sekitar 200 stasiun pengisian bahan bakar (SPBU).
Kemudian termasuk 160 unit yang dimiliki langsung perusahaan.
Citadel Pacific memegang hak merek Shell di sejumlah wilayah Asia-Pasifik.
Contohnya Guam, Saipan, Makau, Palau, dan Hong Kong.
Sementara Grup Sefas saat ini merupakan distributor pelumas atau oli Shell di Indonesia.
Baca Juga: Harga BBM Pertamina Turun per 1 Mei 2025, Dibanding Shell, Vivo hingga BP Siapa Termurah?
Operasional Bisnis Tetap Normal
Shell menegaskan perubahan kepemilikan tidak akan memengaruhi bisnis pelumas di Indonesia.
Bisnis itu mencakup pabrik pencampuran pelumas berkapasitas 300 juta liter per tahun dan fasilitas produksi gemuk (grease) 2.000 ton per tahun yang sedang dibangun di Marunda, Jakarta Utara.
Shell juga masih mengoperasikan terminal BBM di Gresik, Jawa Barat.
Perusahaan memastikan seluruh SPBU tetap beroperasi secara normal selama proses penjualan yang diperkirakan rampung pada tahun depan.
Baca Juga: Gercep, Prajogo Pangestu Caplok Kilang Minyak Milik Shell Singapura
“Merek Shell akan tetap hadir di Indonesia melalui perjanjian lisensi, dan Shell akan terus memasok bahan bakar ke mitra bisnis serta konsumennya,” ujar pihak perusahaan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi global Shell untuk merampingkan dan memosisikan ulang portofolio bisnis hilirnya.
Artikel Terkait
Adu Mahal Harga BBM Pertamina vs Shell vs BP AKR, Siapa Juara?
Dugaan Pertalite Dioplos Jadi Pertamax Berkah Buat SPBU Shell: Antre Pembeli di Mana-mana