Ia menyatakan bahwa penulisan sejarah berdasarkan narasi masyarakat Sub-suku Usba sangat penting, meskipun ada beberapa aspek metodologi yang perlu diperbaiki untuk penyusunan sejarah di masa depan.
Albert Rumbekwan juga memberikan tanggapan mengenai eksistensi Sub-suku Usba, yang merupakan bagian dari diaspora Suku Biak di wilayah Raja Ampat.
Acara peluncuran dan bedah buku ditutup dengan pandangan dari Dewan Adat Papua dan masyarakat yang memberikan dukungan positif terhadap penerbitan buku ini.
Mereka berharap buku ini dapat memperkenalkan lebih jauh lagi sejarah Sub-suku Usba kepada publik.***
Artikel Terkait
Merekonstruksi Sejarah Sub Suku Usba di Raja Ampat Melalui Buku