• Sabtu, 18 April 2026

BMKG Telat Informasikan Gempa di Bogor, Warganet Tuding Efisiensi Anggaran Prabowo Jadi Penyebabnya

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Jumat, 11 April 2025 | 06:00 WIB
Warga Bogor menduga BMKG telat memberikan informasi gempa yang terjadi di wilayahnya. (BMKG)
Warga Bogor menduga BMKG telat memberikan informasi gempa yang terjadi di wilayahnya. (BMKG)

KONTEKS.CO.ID - Telat. Masyarakat Kota Bogor mengaku kecewa dengan kinerja Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) saat gempa terjadi di wilayahnya.

Mereka menuding BMKG telat memberikan informasi ke masyarakat Bogor terkait gempa hari ini yang terjadi pada Kamis 10 April 2025, tepatnya pukul 22.16 WIB.

Gempa hari memiliki pusat di darat dengan kedalaman yang sangat dangkal. Yakni cuma 5 kilometer. Tak heran suaranya terdengar dan guncangannya cukup terasa hingga Depok dan Cianjur.

Baca Juga: Cara Membuat Action Figure: Panduan Lengkap untuk Pemula

Warganet menduga telatnya informasi gempa Bogor dari anak buah Dwikorita Karnawati lantaran efisiensi.

Efisiensi Anggaran di BMKG

Sebelumnya, dalam RDP atau rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR di tanggal 6 Februari 2025, terinformasikan bahwa anggaran BMKG akan terpangkas 50,35%. Yakni, dari Rp2,826 triliun menjadi hanya Rp1,423 triliun.

Kemudian, Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BMKG Muslihhuddin mengutarakan, badan tersebut meminta dispensasi lantaran pemangkasan tersebut bisa berimbas ke banyak Alat Operasional Utama atau Aloptama.

Baca Juga: Menyala Fikri dan Daniel Tumbangkan Juara All England, Maju ke Perempat Final BAC 2025

Aloptama berpotensi mati atau tak beroperasi akibat kemampuan pemeliharaan berkurang sampai 71%. Kondisi ini membuat observasi serta kemampuan mendeteksi gempa bumi, dinamika cuaca, kualitas udara, iklim, serta tsunami bakal terganggu.

Muslihhuddin memberikan contoh kondisi mayoritas pada hampir 600 alat sensor pemantauan gempa bumi dan tsunami di seluruh Indonesia sudah melampaui usia kelayakan.

Karena itu, sambung dia, dengan kemampuan pemeliharaan eksisting yang terpangkas sampai 71%, ada kekhawatiran bakal menurunkan kecepatan informasi peringatan dini tsunami. Yakni, dari kecepatan 3 menit menjadi 5 menit atau bahkan lebih.

Baca Juga: Jejak 17 Turnamen Chico Aura: Tak Pernah Juara, Sering Tak Lolos dari 32 Besar

Imbasnya, daya jangkau penyebarluasan informasi gempa dan tsunami juga turun 70%. “Ketepatan akurasi informasi cuaca, iklim, gempa bumi dan tsunami menurun dari 90 persen menjadi 60 persen,” katanya saat itu, mengutip Antara. 

Warganet Marah Informasi Gempa Hari Ini Telat

Telatnya informasi gempa memancing emosi warganet. Mereka kecewa dengan gempa sebesar itu, tapi informasinya lamban diterima masyarakat.

"Bogor gempa 22:16. BMKG update 22:43. Efek dari Efisiensi?" kritik @ry****, terlihat Jumat 11 April 2025.

Baca Juga: iPhone 16 Dijual Resmi di Indonesia Jumat ini, Berikut Daftar Harga di iBox

Bahkan kecepatan informasinya lebih cepat kucing ketimbang BMKG.  "Kucing w lari2an, mukanya panik. Dalem ati w ngebatin, jangan2 mau gempa. Beberapa detik kemudian beneran gempa. Paling cepet info dari kucing drpd BMKG," tulis @pawangkuc****.

"Di Jakarta kerasa dikit gempa barusan. Anehnya BMKG lambat betul perbarui infonya. Harusnya hitungan detik langsung aktif notifikasi aplikasi dan postingan di semua medsos," ujar @yusa****.

"Lama bgt lu update nya ***, gempa segitu gedenya updatenya selama ini. Negara apaan ini," ketus @summerf****.

Baca Juga: Hasil Svay Rieng Vs Madura United 3-0, Semifinal Leg Pertama AFC Challenge League

"TELATT YA ANJIRRR gua sebagai warga yg merasakan gempa kecewa sihh, KAYAKKK LU BMKG PUSAT TELAT BGT UPDATENYAA UDAH 30MENIT YG LALU AJ***!!" kata @foxeudu****.

"Ini akibatnya kalo duit APBN malah fokus buat institusi otot dan senjata. Gempa aja telat ngabarin, diteksi dini gak ada. Kapan kita bisa dpet peringatan sebelum kejadian gempa?" tanya @TaniH****.

Demikian informasi seputar kekecewaan masyarakat terkait proses datangnya informasi dari BMKG saat gempa bumi Bogor terjadi. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X