• Sabtu, 18 April 2026

Pertama Kalinya Indonesia Akan Punya Sekolah Tinggi Ilmu Konghucu Negeri, Rampung Juli 2025

Photo Author
Lopi Kasim, Konteks.co.id
- Sabtu, 1 Maret 2025 | 07:07 WIB
Plt Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim saat meninjau sekolah Tinggi Ilmu Konghucu Negeri pertama di Indonesia (Foto: Kemenag)
Plt Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim saat meninjau sekolah Tinggi Ilmu Konghucu Negeri pertama di Indonesia (Foto: Kemenag)


KONTEKS.CO.ID - Untuk pertama kalinya, Indonesia akan memiliki Sekolah Tinggi Ilmu Agama Konghucu Indonesia Negeri (STIAKIN).

Kekinian, sekolah tersebut masih dalam proses pembangunan.

Sekolah tinggi ini khusus untuk memperdalam Agama Konghucu yang langsung berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

Baca Juga: 7 Taipan Asal Indonesia Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia 2025

Plt Inspektur Jenderal Kementerian Agama (Irjen Kemenag) Faisal Ali Hasyim mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Konghucu Indonesia Negeri (STIAKIN) rampung pada Juli 2025 mendatang.

"Pembangunan ini ditargetkan selesai bulan Juli, harapannya tahun ini sudah ada mahasiswa baru yang kita terima, sekolah dan kuliah di sini," ungkap Faisal, Jumat 28 Februari 2025.

Adapun, lokasi pembangunan STIAKIN tersebut ada di Kawasan Tanjung Bunga, Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Baca Juga: Gempa Bumi Terkini M6,0 Mengguncang Laut Banda Banda

Terkini, progres pembangunannya sudah mencapai sekitar 40 persen dari target yang dicanangkan.

Menurut Faisal, keberadaan sekolah tersebut melengkapi keberadaan sekolah keagamaan di Indonesia.

Sebelumnya, Indonesia sudah memiliki sekolah tinggi keagamaan yang lain seperti, Islam, Hindu, Buddha, Kristen dan Katolik.

Baca Juga: Resmi Tutup Mulai 1 Maret 2025, 8.400 Karyawan Sritex Menunggu Nasib di Rumah

"Semoga keberadaan sekolah ini bisa membantu umat Konghucu dan bagian upaya menguatkan toleransi di Indonesia," harapnya.

STIAKIN tersebut dibangun di atas lahan seluas 29 ribu meter persegi dengan skema proyek Multiyears.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lopi Kasim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X